Seleksi Sekda Kepri pertarungan politik Ansar dan Rudi

id Pengamat,seleksi Sekda Kepri,pertarungan politik,Ansar dan Rudi

Seleksi Sekda Kepri pertarungan politik Ansar dan Rudi

Ansar Ahmad beserta istrinya, dan Marlin Agustina bersama suaminya foto bersama seusai dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri (Istimewa)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pengamat politik, Zamzami A Karimun berpendapat seleksi Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau merupakan bagian pertarungan politik antara Gubernur Ansar Ahmad dengan Wali Kota Batam, Rudi.

"Persaingan politik antara Ansar dan Rudi itu sudah terbuka, nyata, tidak sembunyi-sembunyi. Masing-masing memiliki orang yang ingin dijadikan sebagai Sekda Kepri," kata Zamzami, di Tanjungpinang, Jumat.

Zamzami, yang juga mantan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang mengatakan konflik politik antara Ansar dan Wagub Kepri Marlin Agustina, yang juga istri dari Wali Kota Batam, pernah disampaikan secara terbuka oleh Ansar Ahmad dalam konferensi pers di Batam belum lama ini.

Sejak itu, publik tidak meraba-raba lagi terhadap isu persaingan politik antara Ansar dengan Rudi yang diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepri pada Pilkada Kepri 2024. Bahkan publik pun tidak mencurigai seleksi Sekda Kepri jika Ansar tidak membongkar hubungan yang kurang baik antara dirinya dengan Marlin.

Konflik itu diduga bermula ketika Rudi atau Marlin dengan Ansar memperebutkan jabatan Sekda Kepri. Konflik itu diduga bermula dari janji politik antara politisi yang berhasil memenangkan Pilkada Kepri tahun 2020 tersebut. Janji politik itu dikaitkan dengan siapa yang berhak menetapkan Sekda Kepri.

Kini penyeleksian Sekda Kepri sudah memasuki tiga besar. Nama-nama calon Sekda Kepri yang beredar itu yakni Jefriden, Adi Prihantara dan Sardison. 

Menurut Zamzami, nama calon Sekda Kepri yang dibayangi Ansar Ahmad adalah Adi Prihantara, yang saat ini masih menjabat sebagai Sekda Bintan. Sedangkan Jefriden, yang menjabat sebagai Sekda Batam merupakan pejabat yang diinginkan Rudi atau Marlin sebagai Sekda Kepri.

"Kalau Sardison, kontak dengan Ansar sepertinya kurang dekat, meski pernah menjabat sebagai Camat Bintan Utara saat Ansar menjabat sebagai Bupati Bintan. Perkembangan saat ini, terlihat masing-masing membawa gerbong," ujarnya.

Zamzami menjelaskan seleksi Sekda Kepri berujung pada keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Hal itu sesuai dengan UU Nomor 5/2014 tentang ASN, UU Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS, dan Peraturan MenPAN RB Nomor 25/2019.

"Kita menginginkan proses seleksi terhadap jabatan ASN bebas dari kepentingan politik kekuasaan, karena nantinya berhubungan dengan kepentingan rakyat. ASN akan terbiasa tidak netral, dan memberi pelayanan diskriminatif ketika dibawa dalam pusat kepentingan politik yang berupaya memelihara kekuasaan," katanya.

Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Sekda Kepri, Prof Agung Dhamar Syakti merahasiakan tiga nama yang diusulkan menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan kesepakatan.

Agung, yang juga Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji menyatakan, lima anggota pansel sepakat untuk tidak membeberkan tiga calon Sekda Kepri, hasil penyeleksian sementara. Alasannya, tiga calon Sekda Kepri masih harus melalui tiga tahapan lagi yakni hasil evaluasi Komisi Aparatur Sipil Negara terhadap pelaksanaan penyeleksian, pengawasan dari PPATK, dan juga penilaian dari Badan Intelijen Negara (BIN).

"Tugas pansel sudah selesai mengantarkan tiga orang calon Sekda Kepri. Nama-nama itu sudah diserahkan kepada gubernur," katanya.

Menurut dia, selama proses penyeleksian, tidak ada intervensi dari pihak manapun. Pansel bekerja sesuai prosedur, dan menilai secara objektif terhadap kemampuan calon Sekda Kepri.

"Tidak ada pesanan dari pihak manapun. Kami bekerja sesuai amanah yang diberikan, memberikan penilaian yang objektif," tegasnya.

Isu yang beredar, tiga nama yang diusulkan pansel yakni Jefriden, Adi Prihantara dan Sardison. Agung enggan menanggapi informasi tersebut.

"Saya belum baca beritanya, karena terlalu banyak aktivitas lain yang saya kerjakan dalam beberapa hari ini," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE