Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan II 2025 mencapai 6,66 persen

id kepri batam,bp batam,investasi,pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan II 2025 mencapai 6,66 persen

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam Fary Djemy Francis. ANTARA/HO-BP Batam

Batam, Kepri (ANTARA) - Pertumbuhan ekonomi Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencapai 6,66 persen pada triwulan II 2025 dengan investasi sebagai pendorong utama, sekaligus menegaskan posisi kota itu sebagai penggerak ekonomi di kawasan barat Indonesia.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam Fary Djemy Francis mengatakan bahwa pihaknya menyusun strategi pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada investasi.

"Batam adalah kota yang digerakkan oleh investasi. Modal selalu mengalir ke tempat yang memiliki masa depan. Dan, saat ini, investor global melihat masa depan yang sangat cerah di Batam," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kepri, Sabtu.

Memperkuat pernyataan tersebut, lonjakan investasi menjadi mesin utama pertumbuhan dengan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 9,22 persen dan menyumbang 3,81 poin persentase terhadap total pertumbuhan.

Pertumbuhan ekonomi di triwulan II juga melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang sebesar 5,3 persen.

Maka dari itu, BP Batam telah menyiapkan Rencana Strategis 2025-2029 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 10 persen atau di atas target nasional sebesar 8 persen.

Target 10 persen ini ditopang dengan peningkatan realisasi investasi tahunan dari Rp46,3 triliun pada 2025 menjadi Rp78,5 triliun pada 2029.

"Kami tidak menunggu masa depan, kami merekayasanya. Target ini adalah komitmen kami untuk membuka potensi penuh Batam, didukung oleh infrastruktur kelas dunia, regulasi yang efisien, dan koridor langsung menuju pasar global," kata Fary.

Strategi tersebut difokuskan pada tiga pilar utama yakni memperkuat Batam sebagai hub logistik dan perdagangan global dan mendorong industri teknologi bernilai tambah tinggi termasuk kedirgantaraan dan digital.

Selanjutnya, membangun kawasan ekonomi baru seperti Rempang-Galang dengan sektor pariwisata kesehatan terpadu dan waterfront city.

Keunggulan geografis Batam yang hanya berjarak 20 km dari Singapura juga memperkuat posisinya sebagai gerbang ideal menuju pasar Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Asia Timur.

"Ini bukan sekadar pertumbuhan, ini adalah pernyataan visi. Kami sedang mengubah potensi Batam menjadi kinerja ekonomi yang nyata. Dunia internasional mulai memperhatikan, dan momentum ini akan kami jawab dengan kerja nyata yang membawa Batam menuju panggung ekonomi global," kata Kepala BP Batam Amsakar Achmad.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE