Pemerintah Bintan Usulkan Galang Batang Masuk FTZ

id Pemerintah,Bintan,Galang,Batang,investasi,FTZ

Pemerintah Bintan sudah mengajukan surat permohon agar Galang Batang masuk free trade zone (FTZ/kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas) kepada pemerintah pusat. Ini salah satu fasilitas yang kami berikan kepada investor yang akan membangun sme

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan Galang Batang masuk dalam kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) untuk meningkatkan sektor perekonomian.

"Pemerintah Bintan sudah mengajukan surat permohon agar Galang Batang masuk free trade zone (FTZ/kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas) kepada pemerintah pusat. Ini salah satu fasilitas yang kami berikan kepada investor yang akan membangun smelter," kata Asisten Perekonomian Pemerintah Kepri Syamsul Bahrum di Tanjungpinang, Minggu.

Dia mengatakan PT Bintan Alumina Indonesia milik Santoni tertarik untuk membangun smelter untuk mengelola bauksit menjadi almunium di Galang Batang. Nilai investasi yang akan ditanamkan investor lokal ini sekitar Rp40 triliun.

Pihak perusahaan sampai sekarang masih melakukan pembebasan lahan. Lahan yang dibutuhkan cukup besar.

Pemerintah Kepri sudah memberikan izin analisa mengenai dampak lingkungan.

"Kami mempermudah dan memberi fasilitas agar smelter dapat dibangun," ujarnya.

Syamsul menjelaskan Bintan Alumina Indonesia tidak hanya melakukan pemurnian bauksit, melainkan memproduksi menjadi barang setengah jadi. Barang yang diproduksi akan dijual di dalam negeri dan juga diekspor.

"Ini akan menambah pendapatan negara," katanya.

Dia menambahkan pembangunan smelter akan menyerap banyak tenaga kerja. Perekonomian di Kepri akan semakin maju dengan pembangunan smelter tersebut.

"Ada ribuan orang tenaga kerja yang dibutuhkan," katanya. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2025


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE