Batam Gelar Tamadun Melayu Festival Kampung Tua

id Batam,Gelar,Tamadun,Melayu,Festival,Kampung,Tua

Penarinya bergerak dari Losmen Budi Penolong ke arah pasar, lalu ke pelabuhan. Kemudian seremoni pembukaan di Lapangan Indra Sakti
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menggelar Tamadun Melayu dan Festival Kampung Tua di Pulau Belakang Padang, Jumat-Sabtu (29-30/4) untuk melestarikan budaya Melayu.

"Ini yang kedua kalinya kami gelar Festival Kampung Tua, setelah tahun lalu di Destinasi Nongsa," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batam Yusfa Hendri di Batam, Kamis.

Pemkot memilih lokasi Tamadun Melayu dan Festival Kampung Tua di Pulau Belakangpadang, karena pulau itu memiliki sejarah yang erat pemerintahan Kota Batam, kata Yusfa Hendri.

Acara itu juga disepadankan dengan Hari Tari Dunia yang diperingati setiap 29 April.

Sebanyak 100 orang penari dari penjuru kota akan melenggokkan Tari Jogi, tarian khas, asli dari Kota Batam.

"Penarinya bergerak dari Losmen Budi Penolong ke arah pasar, lalu ke pelabuhan. Kemudian seremoni pembukaan di Lapangan Indra Sakti," cerita Kepala Dinas.

Selain Tari Jogi, acara itu juga akan dimeriahkan Dzikir Bermadah, yang dulu dikenal sebagai Dzikir Barat, sebuah tarian dan nyanyian menyerupai Tari Saman Aceh. Hanya saja, isi syair yang dilantunkan berupa pantun yang disusun khusus, menyesuaikan setiap acara.

Berbagai permainan rakyat Melayu seperti engkrang, congklak, dan gasing.

Kemudian juga ada pameran foto tentang sejarah kampung-kampung tua di Kota Batam.

"Dan yang tidak kalah menarik, akan ada pesta kuliner khas kampung tua," katanya.

Untuk acara ini, Pemkot tidak membuat paket khusus untuk menggaet wisman dari Malaysia dan Singapura.

Pemerintah Kota Batam mengundang seluruh masyarakat memeriahkan Festival Kampung Tua.

"Karena banyak hal yang bisa dilihat, dinikmati, dan dicicipi di acara tersebut. Selain itu juga bisa menambah wawasan dan ilmu seputar Batam tempo dulu," ajak Yusfa. (Antara)

Editor: Rusdianto

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar