Tanjak Tren Masa Kini Pemuda Tanjungpinang

id Tanjak Tren Masa Kini Pemuda Tanjungpinang, Raja Rahmat

Raja Rachmat Hidayat (kanan), perajin Tanjak "Men Tanjak" berfoto bersama Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah (antarakepri.com/Aji Anugraha)

Tanjak biasa dikenakan kaum lelaki melayu sebagai lambang kewibawaan, kini banyak digemari untuk gaya berbusana, terutama pemuda
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tanjak (kain alas kepala khas melayu) menjadi tren masa kini yang digunakan masyarakat, terutama pemuda dalam segala aktifitas, kata seorang perajin tanjak bernama Raja Rachmat Hidayat.

"Tanjak biasa dikenakan kaum lelaki melayu sebagai lambang kewibawaan, kini banyak digemari untuk gaya berbusana, terutama pemuda," ucapnya di Tanjungpinang, Selasa.

Tidak banyak pengrajin tanjak di Tanjungpinang. Keahlian ini diperoleh Raja Rachmat dari sang ayah, Raja Anwar Husin, yang bergaris keturunan kerajaan melayu. 

Biasanya dia hanya membuat tanjak untuk kebutuhan pribadi dan keluarga.

"Ayah yang sering buat tanjak, kebetulan beliau anggota Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau, biasanya juga ayah yang buat Tanjak untuk Hulu Balang LAM," katanya.

Dimulai dari keinginan untuk mengenalkan adat dan budaya melayu kepada pemuda di Indonesia, dia memulai memproduksi Tanjak di Tanjungpinang.

Menurutnya, untuk memperkenalkan sisi budaya melayu harus diawali dari hal yang terkecil, semisal tanjak. Menurutnya, dengan memakai tanjak dalam kehidupan sehari-hari dan tanpa mengejar keuntungan, maka dapat mengenalkan tanjak tersebut.

Tanjak warisan budaya melayu yang harus dilestarikan.

"Tujuan awalnya bukan cuma mengejar komersil tapi mengenalkan tanjak itu sendiri kepada masyarakat, terutama pemuda," ujarnya.

Berkat semangatnya itu, produksi tanjak diberi bandrol dengan nama "Men Tanjak", hingga pada akhirnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah hingga masyarakat.

Tak ayal dalam setiap acara khusus dan dan kelengkapan atribut kedinasan ia mendapat pesanan Tanjak. Bahkan, belum lama ini Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menetapkan penggunaan Tanjak saat mengenakan baju kurung pada hari kerja.

"Banyak juga yang pesan pribadi, untuk pesanan kantor, acara dan untuk dijual kembali," ujarnya.

Usaha kerasnya memperkenalkan tanjak ternyata membuahkan hasil, kata dia dalam waktu dekat beberapa perusahan di Pulau Bintan akan menjalin kerjasama promosi Tanjak.

"Insyaallah dalam waktu dekat ini aku tanda tangan kontrak dengan PT BRC lagoi, mereka minta aku suplai Tanjak untuk di jual di BBT Lagoi dan di Lagoi Bay," ujarnya.

Men Tanjak dijual dengan harga Rp80.000 sampai dengan Rp250.000 per jenis, itu pun tergantung keinginan dan bentuk Tanjak tersebut.

Raja menjelaskan sedikit mengenai asal muasal Tanjak, pada zaman kerajaan melayu dulu, Tanjak di pakai agar kelihatan rapi pada waktu menghadap Sultan, tanjak juga di buat dalam bermacam bentuk dengan nama-nama tertentu.

Pada saat pelantikan DPD KNPI Tanjungpinang beberapa waktu lalu, organisasi yang isinya para pemuda juga memesan Tanjak kepadanya, pada waktu itu para pemuda tersebut memesan tanjak berwarna hitam dengan motif sederhana.

"Tanjak itu dipakai bernama "Dendam Tak sudah", dan masih ada lainnya," katanya.

Bermacam nama Tanjak yang sudah diproduksinya diantaranya bernama Elang Menyongsong Angin, Belalai Gajah, Setanjak Balung Raja, Sarang Kerengga, Pucuk Pisang, Buana, Elang Menyusur Angin, Elang Melayang, Cogan Daun Kopi dan banyak lg model-model lainnya.

Jenis Tanjak tersebut hingga saat ini masih digunakan oleh masyarakat umum, belum ada yang menegaskan mana yang boleh digunakan atau pun tidak boleh digunakan.

"Karena saat ini Tanjak merupakan tren di masyarakat, makanya banyak yang pakai dengan beragam bentuk," ujarnya.

Meskipun usahanya untuk mengenalkan dan melestarikan kembali pemakaian Tanjak seadanya, namun dia berharap seharusnya dan secepatnya harus ada penetapan Tanjak model apa yang boleh digunakan oleh masyarakat umum.

"Kembali itu tugas dari LAM yang harus mengeluarkan aturan-aturan pemakaian dan model Tanjak, agar masyarakat juga paham makna dari penggunaanTanjak," katanya.

Jika anda berkenan untuk mengenal lebih dalam soal Tanjak dan memesan Tanjak ala  Raja Rachmat Hidayat, alias "Men Tanjak" dapat mengunjungi workshopnya yang berada di Jalan Ciku Blok L No.1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau.(Antara)

Editor: Niko

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar