Kominda bahas keamanan Karimun jelang pemilu

id Kominda karimun

Kominda bahas keamanan Karimun jelang pemilu

Logo Pemerintah Kabupaten Karimun

Namun demikian, Kominda tetap membahas permasalahan dan informasi yang dihimpun melalui operasi intelijen pada masing-masing instansi.
Karimun (Antaranews Kepri) - Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Pemilu 2019.

Kominda Karimun membahas potensi ancaman dan gangguan menjelang pemilu dalam rapat koordinasi yang digelar secara tertutup di hotel di Tanjung Balai Karimun, Selasa.

"Kominda membahas semua aspek, mulai dari isu pertahanan dan keamanan, ekonomi dan politik. Intinya membahas berbagai isu krusial dalam upaya deteksi dini gangguan kamtibmas menjelas pemilu," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq usai membuka rakor tersebut.

Aunur Rafiq mengatakan rapat koordinasi tersebut dihadiri intelijen dari berbagai instansi, antara lain dari Kepolisian Resor Karimun, Komando Distrik Militer (Kodim) 0317/Karimun, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun, kejaksaan negeri, imigrasi, kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan.

"Dan ada juga dari Kantor Kementerian Agama dan instansi terkait lainnya," kata dia.

Aunur Rafiq mengatakan dalam rapat tersebut Kominda menyampaikan bahwa situasi kamtibmas di Karimun secara keseluruhan relatif aman dan kondusif.

Namun demikian, Kominda tetap membahas permasalahan dan informasi yang dihimpun melalui operasi intelijen pada masing-masing instansi.

Hasil pembahasan tersebut, menurut dia, dituangkan dalam sebuah rekomendasi untuk disampaikan kepada bupati, dan selanjutnya dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).

Terkait isu pemetaan potensi kerawanan dalam Pemilu, bupati mengatakan belum dibahas secara mendalam, karena saat ini baru memasuki tahapan kampanye.

"Kemarin baru kampanye damai, tapi dalam beberapa bulan ini akan dibahas dan dipetakan potensi kerawanan pada pemilu," kata dia.

Pemetaan potensi kerawanan dalam pemilu, menurut dia, akan dibahas mencakup beberapa hal berdasarkan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang berjumlah sebanyak 152.501 orang, TPS sebanyak 780, dan Daftar Calon Tetap (DCT) sebanyak 363 orang.

"Namun yang jelas, kita bersyukur dengan laporan dari Kominda, bahwa situasi kamtibmas aman, dan belum ada terpantau ancaman dan gangguan yang menghambat tahapan-tahapan pemilu," ujarnya. (Antara)
Pewarta :
Editor: Danna Tampi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar