YKAI peringati hari anak di RSUD dan Polres Natuna

id YKAI Natuna, Hari anak nasional, hari anak natuna, ykai natuna

YKAI peringati hari anak di RSUD dan Polres Natuna

Wakil Bupati Natuna sekaligus pembina YKAI Natuna saat memberikan bingkisan dan balon ke pasien anak di RSUD Natuna, Rabu, (24/7). (Cherman)

Natuna (ANTARA) - Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) Natuna menyambangi RSUD serta Polres Natuna untuk mengunjungi para pasien anak dan anak yang sedang  berhadapan dengan hukum.

"Kami memberikan dukungan moral kepada anak-anak yang sedang dirawat agar cepat sembuh, serta para anak yang saat ini menjalani proses hukum," terang Jaliah Winarti Ketua YKAI Natuna saat ditemui di Ranai, Rabu.

Ia bersama Pembina YKAI Natuna Ngesti Yuni Suprapti, tidak hanya mengunjungi pasien anak di RSUD Natuna tapi juga  membagikan bingkisan makanan pada setiap pasien yang berada di ruangan rawat inap anak tersebut.

Selanjutnya,  rombongan YKAI  mengunjungi Polres Natuna untuk meninjau kondisi anak dibawah umur yang tersandung masalah hukum.

Dibalik jeruji besi tersebut,  ada tiga anak mendapatkan nasehat dan dukungan moral oleh YKAI agar tetap koperatif menjalankan proses hukum hingga selesai.

Terkait hal tersebut, Pembina YKAI berharap keluarga  berperan besar dalam mendidik anak agar tidak terlibat dan tersandung masalah hukum.

"Terutama saat ini internet Natuna  sudah lancar, bisa saja anak-anak kita kaget dan menggunakan internet tidak bijak," terangnya.

Khusus untuk masalah hukum anak tersebut, Ia berharap penanganan hukum oleh kepolisian  tetap mempertimbangkan status anak tersebut masih pelajar.

"Dalam kasus ini, pelaku dan korban masih di bawah umur, kita berharap ada jalan terbaik untuk mereka terus melanjutkan hidup lebih baik nantinya," ucap Ngesti.

Karena itu, dengan momen Hari Anak Nasional, Ia berharap ada tindak lanjut pembinaan bagi anak yang bermasalah.

"Kita berharap dengan hadir YKAI sebagai lembaga independen lebih leluasa dalam memperjuangkan hak anak, karena itu perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan lembaga seperti ini," kata Ngesti.

Ia juga mengatakan untuk memperhatikan masalah anak tidak hanya pada lembaga sosial saja, namun harus ada upaya jangka panjang sebagai tindak lanjut.

" Bagi yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, sebenarnya telah tersedia pula lembaga BLK dan pelatihan lainnya sebagai bekal mereka nanti," pungkasnya.

Karenanya, Ngesti selaku pembina sekaligus Wakil Bupati Natuna berharap YKAI mampu mendorong dan mendukung pemerintah daerah dalam memperhatikan masalah pada anak agar Natuna memiliki generasi yang berkualitas.

 

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar