Batam jadi pusat blockchain Asia Tenggara

id Batam pusat blockchain asia tenggara,edy putra irawady

Batam jadi pusat blockchain Asia Tenggara

Kepala BP Batam Edy Putra Irawady (ANTARA/Humas BP Batam)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam mempersiapkan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau untuk menjadi pusat "blockchain" di Asia Tenggara.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, di Batam, mengatakan, bahwa Batam merupakan pionir dan kini memimpin implementasi blockchain di Indonesia. 

"Untuk menjadi Blockchain Capital di Asia Tenggara, BP Batam telah merancang dan merencanakan fasilitas premium berupa layanan di Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam sebagai host beberapa platform blockchain guna mendukung program Zona Ekonomi Digital," katanya, Rabu.

Kata Edy, Batam memiliki pengalaman untuk membangun perusahaan-perusahaan yang berbasis IT dan selaras dengan industri 4.0, seperti PT Schneider, PT Pegatron, PT Excelitas Technologies, PT Infineon Technologies dan PT Sammyung Precision.

Namun kata dia, perkembangan itu tidak  dapat terlaksana secara maksimal tanpa dukungan dari pemerintah pusat. 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, lanjutnya, telah menegaskan bahwa Batam sebagai Jembatan Digital Indonesia—Singapura pada September 2017, setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengajukan rencana untuk mengembangkan Batam sebagai fasilitas untuk Perbankan Lepas Pantai dan Tax Haven pada Oktober 2016 lalu

“Kita sudah punya ICT-based dan blockchain, jadi saya berharap ke depannya kerjasama dengan perusahaan swasta di Batam cukup melewati aplikasi blockchain saja, tidak usah dengan perundingan," paparnya.

Karena kata dia, Batam memiliki keunggulan kompetitif dengan adanya SKA Form A dan Kartu In Land FTA bagi para investor, serta Batam memiliki fasilitas FTZ. 

"Belum lagi dari sisi geografis, kita hanya 20 kilometer dari akses pasar internasional di antara perniagaan pasifik dan atlantik,” tuturnya.

Meski begitu, Edy tidak menampik bahwa terdapat beberapa kelemahan. Terutama dari sisi ekosistem berupa logistik, infrastruktur yang mengarah ke industri, dan atraksi untuk mendorong masuknya industri 4.0.

“Untuk itu, blockchain ini hadir guna memberikan kepastian dan kemudahan kepada para investor. Artinya, dengan blockchain, regulasi tidak lagi menakutkan,” katanya.(Antara)
 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar