Pasien positif COVID-19 yang meninggal di Batam miliki penyakit penyerta

id virus corona batam, rsud embung fatimah,pasien meninggal

Pasien positif COVID-19 yang meninggal di Batam miliki penyakit penyerta

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan fasilitas karantina dan isolasi di Pulau Galang, Sabtu (22/3). (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Pasien positif COVID-19 yang meninggal dalam perawatan RSUD Embung Fatimah Kota Batam pada Senin dini hari, memiliki penyakit penyerta yang memperberat kondisinya.

"Pasien yang masuk ke RSUD Embung Fatimah ada co-Morbid-nya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin.

Dinas Kesehatan Kota Batam meminta pihak Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah untuk mengevaluasi penanganan pasien COVID-19.

"Saya sudah minta Direktur RS Embung Fatimah mengevaluasi," kata Didi.

Didi menegaskan alat dan jumlah tenaga medis di RSUD Embung Fatimah relatif memadai.

Dalam kesempatan itu, ia menyatakan bahwa mendengar kabar bahwa fasilitas karantina dan isolasi di bekas Kamp Vietnam Pulau Galang akan bisa digunakan sekitar tanggal 10 April 2020.

Nantinya, seluruh PDP dengan keluhan sedang berat dari Batam akan dikirim ke sana untuk mendapatkan perawatan.

"Semua PDP kami kirim saja. Semua PDP dengan keluhan sedang dan berat," kata dia.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar