Korban kapal tenggelam di Laut Natuna dimakamkan

id Natuna,Kapal tenggelam, IKKB, Dede Muhammad Ramli, Basarnas

Korban kapal tenggelam di Laut Natuna dimakamkan

Suasana proses pemakaman Husaini, korban kapal tenggelam di perairan Natuna, Senin (29/6). (HO- Antara Kepri/ Cherman)

Natuna (ANTARA) - Keluarga korban kapal tenggelam di laut Natuna, Minggu (28/6) melalui Ketua Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) Dede Muhammad Ramli menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mengevakuasi korban dari tengah laut di perairan antara Kecamatan  Subi dan  Serasan karena telah dimakamkan pada Senin (29/6) sore.

"Lain dari itu kami juga berterima kasih kepada pihak kapal China yang kebetulan melintas dan menyelamatkan seluruh korban, dimana semua korban yang berjumlah 7 orang tersebut merupakan keluarga kami yang berasal dari Kalimantan Barat," kata Dede kepada Antara, Senin malam.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna secara sigap telah melakukan evakuasi.

"Meskipun dalam kondisi cuaca kurang bersahabat, ditambah waktu evakuasi, infonya subuh hari," kata Dede.

Selanjutnya, ia juga berterima kasih kepada pihak RSUD Natuna, Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna dan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Natuna yang telah membantu proses pemakaman satu korban yang meninggal atas nama Husaini.

"Dinkes juga sangat kooperatif ditambah komunikasi yang baik dari juru bicara Gugus Tugas, yaitu Pak Hikmat yang terus berkomunikasi dengan kami dan ikut menyolatkan serta mengantar almarhum ke peristrahatan terakhir", kata Dede.
 
Tidak hanya itu, Ia juga menyampaikan terima kasih Kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Natuna, Mukhtar Ahmad yang telah ikut mendampingi keluarga mulai dari awal hingga akhir proses pemakaman.

"Budi baik yang terlibat kami ucapkan terimakasih, dan kami turut mendoakan semua pihak selalu dalam lindungan Allah yang Maha Kuasa", ucap Dede Muhammad Ramli.

Terakhir, Ia mengatakan kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak khususnya pada sisi kemanusiaan antara sesama manusia, tidak terkecuali di laut. 

"Mudah-mudahan hal ini dapat memberi pelajaran serta inspirasi bagi kita semua", kata Dede

Kronologis kejadian pada Jumat 26 Juni 2020, KM Sidiq berlayar dari Pelabuhan Tanjung, Bunguran Timur Laut, Natuna pada Jam 16.00 WIB dengan tujuan Kuala Mempawah, Pontianak, Kalimantan Barat, membawa muatan 6 GT ikan. 

Setibanya di perairan Pulau Seraya antara Subi dan Serasan dengan titik koordinat 03°7'54" N 108° 33'10" E. Kapal mengalami kebocoran dan tenggelam pada jam 03.00 WIB, Sabtu (27/6) dinihari.

Para korban hanyut dan pada akhirnya ditemukan oleh kapal cargo berbendera China ( Gua Yuan 28 ) saat melintas di perairan tersebut, Minggu (28/6) sore.

Selanjutnya Kapal Gua Yuan 28 menghubungi Basarnas untuk segera mengevakuasi korban pada Minggu malam. Menggunakan KN SAR Sasikirana kurang lebih 6 jam korban berhasil dievakuasi ke Natuna.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar