Jembatan Batam-Bintan ditargetkan rampung dua tahun

id Jembatan Batam dan Bintan

Jembatan Batam-Bintan ditargetkan rampung dua tahun

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin. (ANTARA/HO)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pjs Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Bahtiar Baharuddin optimis pembangunan jembatan penguhubung Pulau Batam dan Pulau Bintan selesai dikerjakan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun.

Bahtiar di Tanjungpinang Senin menyebutkan dengan teknologi yang ada saat ini, tentu bukan pekerjaan yang sulit untuk membangun jembatan yang menghubungkan dua pulau di Kepri tersebut.

Berbeda ketika dulu pemerintah membangun jembatan Suramadu maupun jembatan di Papua, yang memakan waktu sekitar empat sampai enam tahun.

"Zaman dulu harus dicor berhari-hari atau menunggu kering dulu kalau kena hujan. Sekarang dengan teknologi baru semua bisa disulap, paling hebat dua tahun jembatan ini sudah selesai," kata Bahtiar.

Dari hasil pengecekannya di lapangan, kata Bahtiar, jembatan Batam-Bintan juga tidak terlalu panjang, yaitu sekitar 14 kilometer.

Bahtiar pun telah meminta ke Dirjen Bina Marga agar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berkenan turun mengecek langsung lokasi pembangunan jembatan tersebut.

"Harapan kami akhir tahun 2020, Pak Menteri sudah bisa hadir ke Kepri," tuturnya.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri ini menargetkan awal tahun 2021 proyek jembatan Batam-Bintan masuk tahap lelang. Sehingga pada akhir tahun 2021 sudah mulai dikerjakan dan ditargetkan rampung pada tahun 2023.

"Mudah-mudahan semua prosesnya berjalan lancar. Pemerintah daerah akan menyelesaikan masalah lahan dan analisis dampak lingkungan (amdal)," katanya menegaskan.

Pembangunan jembatan Batam-Bintan menjadi proyek prioritas Presiden Jokowidodo dan masuk ke dalam Major Project RPJMN 2020-2024.

Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp8,6 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar