Singapura Sensasi Suhu Minus Hingga Teknologi Perang

id snow, city, singapura, singapore, galeri, es, dinosaurus, satelit, nano, velox-1

Singapura Sensasi Suhu Minus Hingga Teknologi Perang

Lukas Loh (62) wartawan tertua di Kepuluan Riau, mencoba suhu minus 10 derajat celsius di Galeri Es Dunia Dino, Snow City Singapore. (kepri,antaranews.com/josengbie)

Snow City Singapore (SCS) di Jurong Timur, Singapura, meluncurkan wahana rekreasi baru, galeri es berisi 20 patung replika keluarga dinosaurus dan gajah purba untuk pelancong merasakan sensasi ruangan bersuhu minus 10 derajat celcius di negeri tropis.

Turis akan dipinjami jaket tebal dan sepatu karet sebelum merasakan hawa ekstrem, memegang patung es yang kering karena faktor suhu, selepas itu bermain lempar salju atau meluncur dengan bantalan ban  di tengah suasana kemeriahan ornamen Natal.

Galeri Es Dunia Dino, di dalam ruang seluas 7,3 meter kali 17,5 meter, meliputi enam segmen periodisasi perkembangan dinosaurus seperti dimorphodon, arcaeopteryx, tyrannosaurus rex, stryracosaurus, dan velociraptor .

Tidak seperti lazimnya patung es naturalis pada acara-acara pesta, pahatan patung di Dino World tidak detail, juga terhadap pendampingnya berupa replika mini fosil archelon dan tundra mammoth--gajah purba yang seluruh tubuhnya ditumbuhi rambut.

Pahatan patung-patung koleksi Dino World sengaja dibuat tidak detail, supaya tidak ada bagian kecil dan runcing yang mudah patah ketika dipegang pengunjung, kata General Manager SCS Norazani Shaiddin kepada wartawan dari Batam dan Singapura di kantornya, Rabu (12/12-12).

Arca-arca es tersebut dibuat Jeffrey Ng, pemahat kelahiran Singapura, pemenang beberapa kompetisi internasional. 

Jeffrey Ng kepada wartawan mengatakan sudah seperempat abad menjadi pemahat patung es secara otodidak. Ia pernah berpameran keliling di Tangerang, Bandung, dan Bali.

"Waktu itu ukurannya lebih besar daripada yang di sini," kata Ng, mengenang perjalanan seninya ke beberapa kota di Indonesia pada 2007.

Koleksi arca es Dino World dikerjakannya bersama anggota tim selama 26 hari dari 500 balok es yang masing-masing berbobot 130 kilogram.

Sebagai orang yang dilahirkan di Singapura dan negaranya tidak mengalami musim salju, Ng menyatakan tetap dapat mengerjakan patung di dalam ruang bersuhu -5 hingga -10 derajat celsius, berkat pakaian termolit berkualitas tinggi.

"Galeri Dino World ini, andalan kami untuk meningkatkan kunjungan dari rata-rata 130 ribu orang per tahun menjadi 150 ribu pada tahun depan," kata GM SCS Norazani, di tempat yang sama.

Lokasi Galeri Es Dunia Dino, dapat dicapai turis dari Bandara Changi maupun Pelabuhan Feri HarbourFront dengan taksi, atau kereta api bawah tanah ke arah Jurong East, tepatnya Kompleks Singapore Science Centre (SSC). Bus ke lokasi itu tersedia nomor 66, 178, 198 dan 335.

Satelit nano

Pengelola SSC, sekarang hingga 31 Januari 2013 menyelenggarakan pameran temporer tentang beberapa industri dan benda hasil teknologi dari bebeberapa belahan dunia selama 40 tahun belakangan ini.

Dalam Science Time Capsule yang menjadi tema pameran tersebut, pengunjung antara lain disuguhi replika dan displai satelit nano pertama Singapura, VELOX-1, karya tim lulusan Universitas Teknologi Nanyang yang dipimpin Profesor Low Kay Soon.

"Menurut jadwal, satelit itu diluncurkan pada 2013," kata Eunice Choi, staf SSC.
 
VELOX-1 dirancang dapat terbang di ketinggian 817 kilometer dari permukaan Bumi dan dalam sehari 14,2 kali mengelilingi planet ini.

Bagi penyuka teknologi militer, SSC mengungkap perkembangan teknologi perang moderen dari zaman ke zaman melalui pameran "Defence Science Revealed" di ruangan terpisah.

Sukses dalam peperangan antara lain tergantung strategi sembunyi dengan teknik kamuflase, dan intai dengan elektro-optik, infra-red dan radar.

Di zona 1 pameran tersebut, pengunjung dapat mengamati bagaimana tentara sejak dahulu menggunakan penyamaran, mirip dengan yang dilakukan ikan dasar laut dan bunglon di pepohonan dalam upaya mengecoh musuh.

Menarget musuh dalam kegelapan dapat dicoba pengunjung dengan peraga "night vision devices" (NVDs).

Zona 3 memamerkan sains teknologi pesawat tempur dan di zona 3 teknologi terbaru perlindungan awak kendaraan tempur dari serangan berdaya ledak tinggi.

Bosan berjalan atau berdiri di pameran demi pameran, pengunjung SSC dapat menikmati pertunjukan film di omni-theater berlayar kubah 23 meter, tetapi bila ingin puas berekreasi sambil serius belajar ilmu di semua fasilitas SSC tidak akan cukup sehari atau bila datang hanya sekali. 
(***)
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar