Turnamen Busung Bertahan Sejak 1960

id turnamen,busung,bertahan,sejak

Bupati Bintan Apri Sujadi membuka Turnamen Busung Cup 2017 baru-baru ini. (Foto; Humas Pemkab Bintan)

Saya berharap prestasi gemilang generasi muda terus meningkat
Bintan (Antara Kepri) - Warga Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menyelenggarakan turnamen sepak bola tiga tahunan secara rutin sejak tahun 1960 hingga sekarang.
         
Bupati Bintan Apri Sujadi, di Lapangan Sri Bintan Buana, Senin, menuturkan, sejak tahun 1960-1983 warga Desa Busung menyelenggarakan pertandingan sepak bola di lapangan di Seri Kuala Lobam.
         
"Seiring perkembangan pemerintahan, lapangan itu sudah berubah fungsi menjadi SDN 3 Seri Kuala Lobam. Turnamen Busung Cup pun sejak tahun 1983 diselenggarakan di Lapangan Sri Bintan Buana," ujarnya.
         
Apri mengatakan, Turnamen Piala Busung diselenggarakan secara rutin tiga tahun sekali sebagai bukti bahwa warga Bintan menyukai sepak bola.
         
"Sejarah membuktikan bahwa warga Bintan peduli terhadap sepak bola, karena itu saya yakin akan semakin banyak bibit sepak bola yang handal di tingkat nasional dan internasional," ucapnya saat membuka Turnamen Piala Busung 2017.
      
Ia mengatakan, pemain sepak bola dari Bintan baru-baru ini berhasil memenangkan pertandingan di tingkat provinsi. Mereka juga berhasil bertanding di tingkat nasional.    
   
"Saya berharap prestasi gemilang generasi muda terus meningkat," katanya.
         
Apri mengemukakan penciptaan wadah bagi generasi muda yang potensial merupakan hal yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah.  Bakat para atlet harus mampu diasah hingga membuahkan hasil yang membanggakan bagi keluarga, pemerintahan dan negara.
         
"Para pemuda berprestasi perlu wadah untuk mengembangkan diri. Kami juga memohon doa masyarakat agar pembangunan stadion yang saat ini masih dalam pengerjaan dapat berjalan lancar," ujarnya.
         
Pembangunan stadion itu, menurut dia, merupakan bentuk perhatian khusus pemerintah terhadap perkembangan sepak bola di Bintan, termasuk sarana olah raga lainnya.
         
"Ini memang membutuhkan waktu, tapi kita sama-sama yakin kalau stadion itu nantinya melahirkan banyak atlet berprestasi," katanya.
        
Kepala Desa Busung Rusli menceritakan bahwa semula Turnamen Busung Cup hanya diminati oleh kesebelasan sepak bola yang berada di Kecamatan Bintan Utara, yang waktu itu masih berada di bawah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau Provinsi Riau.
         
Seiring dengan perkembangan pemerintahan, berbagai gagasan baru yang dilakukan, Busung Cup (Piala Busung) telah mampu menarik minat tim sepak bola dari beberapa daerah.
          
"Tahun ini tim  yang akan berlaga berasal dari Bintan, Tanjungpinang dan Batam dengan total 32 tim" ujarnya.
         
Turnamen ini akan berlangsung sampai 10 Desember mendatang. Seluruh tim akan memperebutkan trofi dan total hadiah sebesar Rp54 juta dengan rincian juara I mendapatkan Rp20 juta, juara II mendapatkan Rp15 juta, juara III Rp10 juta, juara IV mendapatkan Rp7 juta ditambah dengan "top score" mendapatkan Rp1 juta dan pemain terbaik mendapatkan Rp1 juta.(Antara)

Editor: Dedi
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar