Hasan tukang sol sepatu naik haji

id tukang sol sepatu,naik haji,natuna,debarkasi hang nadim,batam

M Hasan Abdulah saat diminta foto bersama warga di Masjid Agung Natuna, Ranai, Rabu (29/8) sore. (Antaranews Kepri/Cherman)

Tidak hanya jahit sepatu, perbaiki payung, perbaiki jaring nelayan dan banyak lagi kerja serabutan dilakukannya
M. Hasan Abdulah, tukang sol sepatu akhirnya selesai menunaikan Ibadah haji pada musim haji 1439 Hijiriah/2018 bersama Jamaah Haji Kabupaten Natuna Kloter 1 Debarkasi Hang Nadim Batam. 

Kedatangan M Hasan dan 87 Jema'ah Haji lainnya di Natuna, Rabu sore, disambut Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, beserta ratusan keluarga jamaah di Masjid Agung Natuna.

"Alhamdulillah, saya beserta jamaah haji lainya sampai kembali di Natuna dengan selamat, " ucap Hasan.

Hasan Abdulah (71) yang berprofesi sebagai tukang sol sepatu itu merasa sangat bersyukur meski hanya bermodalkan benang dan jarum bisa mengumpulkan uang untuk menunaikan ibadah haji.

"Sampai sekarang masih ditekuni bapak, dari mulai upah satu pasang sepatu dihargai Rp300 sampai Rp15.000 sekarang ini, " ungkap Hanisah (67) Istri Hasan saat ikut hadir menyambut kedatangan suaminya.

"Alhamdulillah, semuanya karena ada hidayah dari Allah," lanjut Hanisah.

Orang tua dari 8 orang anak asal Pulau Serasan itu menceritakan perjuangan untuk dapat menunaikan ibadah haji tidaklah mudah, suaminya telah mulai melakukan penyetoran dana haji sejak tahun 2011, namun untuk mencapai itu, Ia telah menabung sejak tahun 1977.

"Berkat keyakinan dan kerja keras bapak serta doa keluarga, semuanya berjalan lancar, " ucapnya.

Perjalanan Hasan kembali ke kampung halaman belum selesai sampai di Ranai, ia dan 14 jamaah lainya akan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Serasan menggunakan kapal laut.

"Rombongan direncanakan akan naik Kapal Bukit Raya Minggu nanti, semoga perjalanan untuk sampai di Serasan lancar tanpa ada hambatan,"   kata Hanisah.

Upaya Hasan untuk menunaikan ibadah Haji diapresiasi oleh jamaah lainnya, begitu juga dengan para warga sekampung dengan Hasan, kepada Antara, Rama saat ikut hadir menyambut kedatangan Hasan di Komplek Masjid Agung Natuna, Ranai, mengatakan sosok hasan patut dicontoh.

"Itulah hidayah dari Allah, saya salut dengan beliau, meski hanya sebagai tukang jahit sepatu, tetapi beliau mampu menunaikan ibadah haji pada tahun ini," kata Rama tetangga satu kampung Hasan.

Dikatakan Rama, sehari - hari Hasan tidak hanya menerima jasa soul sepatu namaun apapun dilakoni untuk menghidupi anak-anaknya.

"Tidak hanya jahit sepatu, perbaiki payung, perbaiki jaring nelayan dan banyak lagi kerja serabutan dilakukannya," lanjut Rama.

Hal senada juga dikatakan Fadillah, Ia berharap Hasan bisa menjadi motivator dan contoh bagi masyarakat bahwa propesi apapun tidak menutup kemungkinan untuk bisa mejalankan ibadah haji.

"Beliau memang sehari-hari tekun bekerja, keinginan beliau semakin kuat sejak lahirnya cucu laki-laki yang pertama, karena beliau tidak memiliki anak laki-laki," kata Fadillah.

Fadillah warga Kampung Pelimpak Kecamatan Serasan itu mengingatkan bahwa tidak ada yang mustahil jika ada keyakinan dan terus berdo'a serta berupaya, semua akan bisa terwujud. (Antara)
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar