Pembangunan Jembatan Batam-Bintan ditunda

id Jembatan ,Batam ,Bintan,Pembangunan

Kepala Dinas PUPR Kepri Abu Bakar (Antaranews Kepri/Ogen)

Pusat juga masih berpikir apakah proyek ini menggunakan dana APBN, atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang ditargetkan dimulai tahun 2019 ini kembali ditunda.

"Kemungkinan baru terealisasi di tahun 2020," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri Abu Bakar di Tanjungpinang, Jumat.

Abu mengatakan molornya pembangunan jembatan tersebut, dikarenakan pemerintah pusat memerlukan banyak waktu untuk mematangkan perencanaan pembangunan jembatan yang nantinya bakal menyambungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan. 

Selain itu, nilai anggaran yang tergolong cukup besar juga menjadi penyebab batalnya pembangunan jembatan yang diprediksi memiliki panjang 7 kilometer itu pada tahun ini.  

"Pusat juga masih berpikir apakah proyek ini menggunakan dana APBN, atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," imbuhnya 

Terpisah, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyatakan pada tahun ini pemerintah pusat masih fokus untuk merubah Detail Engineering Design (DED) pembangunan tersebut. 

Berdasarkan DED yang telah disiapkan Pemprov Kepri itu, pembangunan jembatan Babin ditaksir menghabiskan dana sekitar Rp3,5 triliun, jauh lebih rendah jika dibanding DED awal, dengan estimasi anggaran sebesar Rp7 triliun.

"Mudah-mudahan tahun ini selesai direvisi, dan 2020 mulai dibangun" tuturnya. 

Nurdin turut menyampaikan pada dasarnya Presiden Joko Widodo telah merestui pembangunan Jembatan Batam-Bintan. 

"Sudah dibicarakan langsung dengan Pak Presiden Joko Widodo dan ditindaklanjuti oleh nenteri terkait lainnya," tuturnya.

Baca juga: Gubernur optimistis jembatan Batam-Bintan mulai dibangun 2019

Baca juga: Menteri PUPR pastikan bangun Jembatan Batam-Bintan
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar