UMKM di Purbalingga dapat bantuan pemasaran agar dikenal masyarakat

id umkm,purbalingga

UMKM  di Purbalingga dapat bantuan pemasaran agar dikenal masyarakat

Produksi kain tenun di Desa Tumanggal (ANTARA/HO - dok. pribadi)

Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, terus berkomitmen membantu memfasilitasi pemasaran produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal agar dapat makin dikenal dan diminati masyarakat.

"Pemkab Purbalingga terus berupaya memfasilitasi pemasaran produk UMKM guna menggerakkan perekonomian warga setempat," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga Budi Susetyo di Purbalingga, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa UMKM lokal di Purbalingga memiliki banyak potensi yang dapat terus dikembangkan.

"Mulai dari kuliner hingga kain tradisional sangat potensial untuk dikembangkan dan dipasarkan hingga tingkat nasional atau bahkan mancanegara," katanya.

Dia mencontohkan di Purbalingga ada kain tenun khas lokal yang diproduksi di Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan.

"Desa ini terkenal dengan benang antih dan juga kain Tenun Tumanggal yang terkenal hingga ke luar luar daerah bahkan," katanya.

Kendati demikian, kata dia, pandemi COVID-19 telah berdampak pada penurunan produksi kain tenun khas lokal tersebut.

Karena itu Pemkab Purbalingga melalui Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga berupaya untuk membantu pemasaran produk tersebut guna meningkatkan kembali jumlah produksi.

"Pemkab mendukung penuh upaya peningkatan produksi kain Tenun Tumanggal. Pemkab juga telah memberikan enam paket alat tenun guna memudahkan para penenun," katanya.

Selain itu, tambah dia, pihaknya juga berupaya agar Tenun Tumanggal dapat terus dikreasikan berbagai produk kerajinan. "Misalkan kami mendorong agar diciptakan aneka kerajinan berbahan dasar kain tenun lokal tersebut, misalnya tas, dompet, sepatu, pernak-pernik, dan juga hantaran," katanya.

Selain itu pihaknya juga mengajak para perancang busana dari wilayah ini untuk bersama-sama berkreasi membuat pakaian berbahan dasar Kain Tumanggal.

"Harapannya dengan adanya gerakan tersebut maka pemasaran kain khas daerah ini akan makin luas dan jumlah produksi akan makin meningkat," katanya.
 

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar