Batam (ANTARA) - Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengimbau masyarakat khususnya bagi penikmat pertandingan sepak bola Piala Dunia Qatar 2022, untuk menghindari segala bentuk perjudian agar tidak terjadi keributan.
“Di babak empat besar piala dunia ini saya mengimbau masyarakat agar menghindari perjudian, karena dapat menimbulkan keributan,” ujar Ansar dihubungi melalui telepon di Batam, Selasa.
Apalagi memasuki babak empat besar ini, menurutnya euforia penonton pasti sangat tinggi terhadap tim yang didukungnya.
Baca juga:
Pemkot Batam raih penghargaan percepatan izin pembangunan perumahan dari REI
Pemprov Kepri belum tetapkan pengelola bisnis di Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
“Pastinya akan lebih ramai dan seru, jadi hindari segala macam bentuk provokasi yang menimbulkan keributan. Nikmati saja pertandingannya,” kata Ansar.
Menurutnya, sepak bola itu adalah olahraga yang disukai banyak orang. Dan pergelaran piala dunia ini momen yang sangat ditunggu-masyarakat.
Maka dari itu kata Ansar, dia juga mengajak seluruh penikmat piala dunia olah raga sepak bola ini untuk menjaga sportifitas layaknya pemain yang bertanding di lapangan.
“Pemainnya saja menjaga sportifitas, maka suporternya juga harus menjaga sportifitas,” ucapnya.
Baca juga:
Kejati Kepri sosialisasi program "Jaga Desa" di Pulau Sedanau Natuna
Dewi Kumalasari Ansar ajak pelaku IKM ikut pengadaan barang pemerintah
Diberitakan, Piala Dunia Qatar 2022 sudah memasuki babak empat besar dan akan dimulai pada tanggal 14 dan 15 Desember 2022 waktu Indonesia.
Empat tim yang lolos ke empat besar yaitu, Maroko, Argentina, Kroasia dan Prancis. Pada pertandingan pertama empat besar (14/12) ini akan mempertemukan Argentina melawan Kroasia pada pukul 02.00 WIB.
Sedangkan pada pertandingan selanjutnya (15/12) mempertemukan juara bertahan Prancis melawan Maroko pada pukul 02.00 WIB.
Baca juga:
Pengamat: Indonesia perlu tingkatkan diplomasi dalam kelola perbatasan
Pemprov Kepri gelar operasi pasar di Batam guna tekan inflasi
Pemprov Kepri raih penghargaan pembina kabupaten dan kota Peduli HAM
Dinas Perikanan minta kuota solar untuk nelayan Bintan ditambah
Komentar