Wakil Bupati Natuna ajak seluruh elemen untuk menjaga laut

id Hari laut sedunia ,Ekosistem ,Ikan,Nelayan,Natuna,Pecinta alam,kepri,natuna,wakil bupati natuna,rodhial huda,jaga laut,Natuna Cherman

Wakil Bupati Natuna ajak seluruh elemen untuk menjaga laut

Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda (ANTARA/Muhamad Nurman)

Natuna (ANTARA) -
Wakil Bupati Natuna, Kepulauan Riau Rodhial Huda mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah itu untuk menjaga laut.
 
Rodhial saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Natuna, Minggu, mengatakan ada banyak cara untuk menjaga laut, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke laut.

Baca juga: Dispar Kepri: KSM Batam miliki semangat mempersatukan budaya melayu serumpun
 
Ia mengatakan Hari Laut Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Juni itu merupakan salah satu momen pengingat bagi manusia untuk menjaga laut.
 
"Secara sunnatullah, laut tidak mau dikotori, ketika kita mengotori laut, laut akan mengembalikan kotoran itu ke pantai. Siapapun yang membuang sampah atau mengotori laut, dia melawan sunnatullah," ucap dia.
 
Menurut dia, untuk masyarakat Natuna, laut merupakan salah satu sumber kehidupan, sebab sebagian besar masyarakat mengantungkan hidupnya dengan memanfaatkan laut
 
"Bermesra-mesra lah dengan laut, laut akan memberi kita rezeki dan keberkahan," ujar dia.
 
Sementara itu, pecinta lingkungan Natuna Cherman juga sependapat dengan Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda.
 
Ia mengatakan menjaga laut merupakan kewajiban masyarakat Natuna, sebab jika laut rusak, masyarakat akan lebih susah mencari penghasilan.

Baca juga: Pemko Batam bantu UMKM naik kelas melalui roadshow kewirausahaan
 
"Sudah menjadi keharusan, karena hampir 90 persen wilayah di Natuna ini laut," katanya.
 
Selain tidak membuang sampah ke laut, sambung dia, masyarakat juga harus menghentikan dan melaporkan aktivitas pencarian ikan dengan potasium dan alat tangkap yang bisa merusak ekosistem di laut.
 
"Dampak dari keteledoran masyarakat yang ingin sesuatu yang instan sudah terasa, akibat dari aktivitas pencarian ikan dengan menggunakan potasium mengakibatkan terumbu karang mati, hasilnya saat ini lokasi masyarakat mencari ikan semakin jauh," ujar dia.

Baca juga: PT Timah tanam 2.000 mangrove cegah abrasi di Karimun

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE