Pelanggan PDAM Tirta Karimun bertambah seribuan

id PDAM Tirta Karimun,krisis air di karimun

Ilustrasi air bersih (Foto antaranews)

Penambahan itu tidak terlepas dari berfungsi SPAM Pongkar di Waduk Pongkar Kecamatan Tebing yang menunjang Waduk Bati
Karimun (Antaranews Kepri) - Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun Kepuluan Riau selama 2017 bertambah lebih dari 1.000 sambungan, kata Dirut PDAM Tirta Karimun Indra Santo.

"Penambahan itu tidak terlepas dari berfungsi SPAM Pongkar di Waduk Pongkar Kecamatan Tebing yang menunjang Waduk Bati," katanya, di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Indra Santo menjelaskan, total jumlah pelanggan, termasuk di luar Pulau Karimun Besar saat ini sebanyak 7.012 sambungan. Rinciannya, di Pulau Karimun Besar sebanyak 4.835 sambungan, Kundur 863, Moro 912, dan Sawang Kundur Barat 402 sambungan.

Jika dibandingkan sejak 2014, jumlah pelanggan cenderung meningkat. Pada 2014 sebanyak 5.890 sambungan, 2015 sebanyak 5.897 sambungan, 2016 sedikit menurun karena pemutusan yaitu 5.70 sambungan dan pada 2017 sebanyak 7.012 sambungan.

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut seiring dengan dibentuk PDAM Tirta Karimun berdasarkan Perda tentang Revisi Perusda, dan mulai mengambil alih pengelolaan air bersih dari Perusda sejak 2016.

Sejalan dengan terbentuk PDAM Tirta Karimun, Indra Santo selaku dirut yang pertama dibebani tugas oleh Bupati Karimun untuk mengentaskan krisis air yang selalu melanda Karimun, terutama pada musim kemarau.

Indra Santo menjelaskan, dukungan dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat telah memberikan sebuah kemajuan bagi perluasan pelayanan air bersih kepada masyarakat, antara lain dengan pembangunan SPAM Pongkar, Kundur, Moro, dan Kundur Barat.

"Tahun ini, kami targetkan penambahan pelanggan sebanyak 1.000 sambungan, dan tentu setelah dibangun IInstalasi Pengolahan Air (IPA) di Waduk Sentani yang diharapkan dapat menambah volume dan tekanan air," kata dia pula.

Tahap awal, katanya lagi, tahun ini Satker Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri dengan dana dari APBN, akan membangun IPA di Waduk Sentani dengan produksi air volume 50 liter per detik.

"Jika IPA Sentani beroperasi, maka volume air yang disalurkan ke pelanggan akan menjadi 120 liter per detik," katanya pula.

Indra Santo berharap dalam tiga tahun ke depan, pendistribusian air bersih makin luas dan merata, sehingga tidak ada lagi krisis air di tengah-tengah masyarakat.

"Mohon dukungan semua pihak, tugas kami bukan untuk bisnis semata, tetapi berorientasi sosial, yaitu untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," katanya.

Editor: Budisantoso Budiman
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar