Ditpam musnahkan 276 drum limbah B3

id Lingkungan

Direktur Ditpam, Suherman (pakai topi hitam) mengangkat limbah B3 yang akan dimusnahkan di Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI), Kabil, Kota Batam, Provinsi Kepri. Personel Ditpam BP Batam menemukan 276 drum limbah B3 di sekitar pantai Nongsa yanh merupakan oil sludge (Antara/Dok Humas BP Batam)

Batam (Antaranews Kepri) - Sebanyak 276 drum limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) dimusnahkan bersama oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kementerian Lingkungan Hidup Kota Batam, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemko Batam dan LSM peduli lingkungan Green Indonesia. 

Direktur Direktorat Pengamanan BP Batam Suherman mengatakan, limbah B3 tersebut ditemukan anggotanya saat melakukan patroli di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kamis (25/10).

"Ini merupakan bentuk kepedulian BP Batam dalam menjaga Batam dari bahan-bahan berbahaya," katanya.

BP Batam selaku pengelola kawasan Batam berharap kota tersebut menjadi hijau sehingga menarik para investor untuk berinvestasi. Suherman menambahkan, sebelumnya BP Batam telah melakukan pemusnahan sekitar 100 drum limbah B3. 

"Kali ini sisanya ada 176 drum dan akan dibawa ke KPLI (Kawasan Pengolahan Limbah Industri) Kabil," ujarnya.

Sehingga total limbah B3 yang ditemukan dan dikumpulan oleh BP Batam berjumlah 276 drum.

Kata Suherman, limbah B3 tersebut merupakan oil sludge yaitu limbah hasil pengolahan, penyaluran dan penampungan minyak bumi yang mengandung bahan-bahan logam berat yang berasal dari refinery minyak, ataupun sisa pembuangan dari kapal.

"Ini (limbah B3) menjadi prioritas kita dan komitmen BP Batam dalam menjaga kelestarian, kebersihan dan kesehatan lingkungan diwilayah Batam," paparnya. 

Ia menambahkan, untuk mengangkut limbah tersebut pihaknya bekerja sama dengan perusahaan Besa Armada Bertiga sebagai transporter.

Kabid Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan limbah B3 sangat berbahaya bagi lingkungan dan manusia.

"Ini kewajiban kita untuk memusnahkannya demi menjaga keamanan dan kesehatan lingkungan," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Sulistyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar