Sebanyak 48.593 pelaku ekonomi kreatif terdaftar di Bisma

id Bekraf, bisma

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan menjelaskan pentingnya pelaku usaha bergabung dalam platform Bisma, di Batam, Kamis. (Yunianti Jannatun Naim)

Batam (ANTARA) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat sedikitnya 48.593 pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia sudah terdaftar di platform Bisma (Bekraf Information System in Mobile Application), hingga Agustus 2019.

"Bisma dibangun dengan tujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif untuk menunjang perkembangan ekonomi kreatif nasional," kata Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan saat BIGGER di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.

Dengan Bisma, katanya, maka seluruh data pelaku ekonomi kreatif dapat dijadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

Namun, jumlah pelaku ekonomi kreatif yang terdata dalam Bisma masih lebih kecil dibanding data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencacat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekonomi kreatif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di Kepulauan Riau sendiri terdapat 34.562 jumlah pelaku usaha, namun baru 548 jumlah usaha kreatif yang mendaftar melalui platform Bisma, dan lebih dari 400-nya berlokasi di Kota Batam.

"Untuk itu Bekraf menilai perlunya mendata secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti melalui sebuah platform khusus sehingga pelaku ekonomi kreatif nasional bisa dipetakan secara mikro," kata dia.

Bekraf menyelenggarakan rangkaian kegiatan BIGGER (BISMA Goes To Get Member) di Batam, yang merupakan kota ke tujuh setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang, Banyuwangi dan Mataram.

BIGGER, katanya melanjutkan, merupakan program sosialisasi platform Bisma.

Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios atau melalui website BISMA https://bisma.bekraf.go.id/.

Selain untuk pendataan, Bisma juga menjadi sumber informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf.

Bisma juga menyediakan etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif.

"Be Supported dimana pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif," kata dia.

Kemudian, Be Integrated, usaha pelaku ekonomi kreatif terintegrasi dalam database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia.

"Keuntungan lainnya adalah Be Engaged dimana pelaku kreatif dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional," kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyatakan memyambut baik kegiatan itu.

"Di Batam seluruh jenis ekonomi kreatif ada, dan potensinya bagus," kata dia.

Dia optimistis, dengan bergabung bersama Bisma, maka usaha ekonomi kreatif dapat berkembang.


Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar