Pelabuhan internasional SBP Tanjungpinang tak beroperasi sejak Maret

id Pelabuhan internasional tanjungpinang

Pelabuhan internasional SBP Tanjungpinang tak beroperasi sejak Maret

Pelabuhan internasional SBP Tanjungpinang tak beroperasi sejak Maret 2020 akibat COVID-19. (Ogen)

Koreksi berita sebelumnya
Tanjungpinang (ANTARA) - Pelabuhan internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang (Kepri) sejak bulan Maret 2020 tidak beroperasi imbas lockdown di negara tetangga Malaysia dan Singapura di tengah pandemi COVID-19.

"Terminal internasional hingga saat ini belum beroperasi, karena masih lockdown untuk rute Malaysia dan Singapura," kata Humas Pelindo I Cabang Tanjungpinang, Ogi Pangihutan Silalahi, Rabu (16/9).

Selama ini pelabuhan internasional SBP Tanjungpinang memang hanya melayani pelayaran rute Malaysia dan Singapura. 

Dua negara tersebut berbatasan langsung dengan Tanjungpinang, sebagai pusat ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Warga Malaysia dan Singapura juga mendominasi kunjungan wisman di Kepri melalui pintu masuk pelabuhan internasional. Khususnya ke Pulau Bintan, meliputi Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Bahkan, khusus Singapura, menjadi pintu masuk kunjungan wisman dari berbagai negara ke Kepri, seperti China dan Korea.

"Sebelum pandemi COVID-19 ditambah lokcdown Malaysia dan Singapura. Normalnya dalam sehari lalu lintas wisman di terminal internasional SBP berkisar 200 hingga 400 orang," ungkap Ogi.

Lanjut dia, kondisi pelabuhan internasional SBP saat ini memang jauh berbanding terbalik dengan kondisi normal atau sebelum adanya wabah COVID-19.

Dampaknya, kata dia, pendapatan Pelindo I Cabang Tanjungpinang menjadi berkurang miliaran rupiah. 

"Pendapatan cabang dari arus lalu lintas penumpang berkurang," tuturnya.

Sementata, untuk pelabuhan domestik di pelabuhan Tanjungpinang tetap beroperasi seperti sediakala setelah keluarnya kebijakan new normal, sebelumnya memang sempat berhenti akibat pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Lalu Lintas Laut, KSOP Kelas II Tanjungpinang Syamsul Nizar, kapal tujuan antar pulau telah beroperasi secara normal, seperti tujuan Tanjungpinang-Karimun, Tanjungpinang-Tanjung Batu, Tanjungpinang-Lingga, dan Tanjungpinang-Batam.

Syamsul menuturkan kapal penumpang antarprovinsi seperti tujuan Dumai, Bengkalis, dan Selat Panjang yang sebelumnya sempat terhenti kini juga sudah mulai beroperasi.

Menurut dia, jadwal keberangkatan kapal penumpang ini berlangsung seperti jadwal sebelum pandemi Covid-19

Syamsul memastikan seluruh armada tetap mengedepankan aturan sesuai protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Pihaknya juga telah meminta agen untuk menjaga dan menerapkan jaga jarak serta mewajibkan penumpang mengenakan masker.

"Untuk jumlah penumpang diperbolehkan separuh dari kapasitas kapal. Kalau mau ke sini cukup membawa kartu kuning, tapi untuk daerah lain seperti apa penerapan saya tak tahu, karena bukan wewenang kami," katanya.

Menurut dia, jumlah penumpang di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang sudah mulai meningkat dibanding saat awal Covid-19 mewabah di Tanjungpinang.

Bahkan, saat ini hampir mencapai 50 persen total penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan SBP Tanjungpinang dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

"Sekarang sudah mulai meningkat, biasanya tak sampai 1.000 penumpang per hari, kini sudah lebih. Tapi kalau normalnya rata-rata 2.500 penumpang dalam sehari, baik ke Batam maupun ke pulau-pulau lain," tuturnya.



 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar