Pelabuhan internasional Batam siap sambut wisatawan

id batam siapkan pelabuhan internasional, travel corridor arrangement, tca indonesia singapura,pengaturan koridor perjalana

Pelabuhan internasional Batam siap sambut wisatawan

WNI mengantre pemeriksaan imigrasi di Pelabuhan Internasional Batam Centre, beberapa waktu lalu. (Naim)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menyiapkan sejumlah pelabuhan internasional sebagai pintu masuk wisatawan asing, mengantisipasi peningkatan kesepakatan antara Indonesia dan Singapura terkait pembukaan akses antarnegara.

"Kami siapkan dulu (pelabuhan internasional)," kata Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum usai meninjau kesiapan Pelabuhan Nongsa Pura, Batam, Senin.

Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati pengaturan koridor perjalanan (travel corridor arrangement/TCA) untuk perjalanan pebisnis yang penting, perjalanan diplomatik dan perjalanan kedinasan yang mendesak. Dalam kesepakatan itu, pemerintah menetapkan dua pintu masuk dari dan ke Indonesia, yaitu Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Internasional Batam Centre.

"Meskipun pemerintah pusat telah memutuskan Pelabuhan Feri Batam Centre, namun kami mempersiapkan suatu saat nanti, mana tahu Nongsapura, Harbour Bay, juga pelabuhan di Lagoi (Kabupaten Bintan) dipersiapkan untuk turis yang datang," kata dia.

Menurut dia, berdasarkan hasil pantauannya, Terminal Feri Nongsapura di Nongsa relatif siap untuk menyambut wisatawan yang datang.

Ia memantau rencana kedatangan WNA, mulai dari kapal berlabuh di terminal, kemudian memasuki pemeriksaan imigrasi, ke hotel tempat menginap, termasuk tempat pemeriksaan PCR.

"Kamar tidurnya 'single', bahkan bukan 'single' lagi, tapi challet tunggal, dan ada ratusan rumah model resor dan mereka siap," kata dia.

Penginapan di Nongsa sangat siap menyambut orang-orang penting, mengingat Kawasan Nongsa adalah destinasi wisata eksklusi yang beberapa kali menjadi tempat menginap sejumlah pejabat dunia.

Di Nongsa terdapat beberapa resor mewah, yang menerapkan protokol kesehatan dengan detil dan ketat. Ia menyebut Nongsa sebagai bio safety zone.

"Zona bio safety zone secara 'nature' ada dua, Lagoy dan Nongsa, dengan jajaran hotel berbasis leisure dan turis. Kami tunggu, diplomat, pengusaha dan pejabat pemerintah. Suatu saat nanti turis berdatangan, siap juga," kata Syamsul.



 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar