Satgas: Waspadai varian Delta dan Alfa

id Satgas, waspadai, varian delta alfa COVID 19 masuk Kepri

Satgas:  Waspadai varian Delta dan Alfa

Ilustrasi - Petugas dengan APD mengebumikan jasad pasien COVID-19 di Bintan. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan COVID-19 varian Delta dan Alfa karena sudah terdeteksi masuk wilayah itu.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana di Tanjungpinang, Sabtu, mengatakan varian Delta beberapa waktu lalu sudah masuk Batam, namun belum terdeteksi masuk Tanjungpinang maupun daerah lain di wilayah itu.

Ia mengatakan alat tes PCR yang dimiliki laboratorium di Kepri belum mampu mendeteksi varian itu. Varian Delta diketahui masuk Batam setelah laboratorium dan tim ahli Kemenkes melakukan uji klinis terhadap 500 sampel.

Varian Delta dan Alfa, ujar dia, jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan COVID-19 pada umumnya. Varian ini juga lebih mudah menular dan mampu menghindari respons imun tubuh.

Ia menjelaskan varian Delta lebih cepat menular, tidak hanya menimbulkan batuk, pilek, kehilangan indra penciuman, ruam pada kulit, demam tinggi, merusak paru-paru, usus, pencernakan, jantung, dan pendengaran.

Varian Alfa, kata dia, juga lebih cepat menular. Pasien yang tertular varian ini mengalami batuk terus-menerus,
sakit dada, dan demam, kehilangan indra rasa dan bau, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, diare, kebingungan, dan ruam kulit.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar