Dinkes Bintan ajak warga cegah penyakit komorbid

id Dinkes Bintan, serukan warga, cegah penyakit komorbid

Dinkes Bintan ajak warga cegah penyakit komorbid

Kepala Dinas Kesehatan Bintan Gama AF Isnaeni (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau menyerukan seluruh warga untuk mencegah komorbid atau penyakit tidak menular, namun berbahaya.

Kepala Dinkes Bintan Gama AF Isnaeni, di Bintan, Jumat, mengatakan penyakit tidak menular dapat dicegah sejak dini dengan menerapkan pola hidup sehat. Dalam program Gerakan Kesehatan Masyarakat, dikenal istilah "Cerdik", yang mungkin belum terlalu populer di Bintan.

"Cerdik" merupakan kampanye untuk mengantisipasi penyakit tidak menular melalui cek kesehatan secara teratur, enyahkan asap rokok dalam kehidupan, rajin berolahraga, diet seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres.

Masyarakat harus mulai membiasakan diri untuk memeriksa kesehatan secara teratur sehingga mengetahui kondisi kesehatan tubuhnya, dan melakukan upaya antisipasi ataupun pengobatan lebih awal.

Istirahat yang teratur harus konsisten dilakukan, termasuk berolahraga.

"Harus hindari asap rokok karena mengandung zat yang tidak baik untuk tubuh," katanya.

Faktor penyebab seseorang mengidap penyakit tidak menular seperti darah tinggi, kencing manis, asma, dan jantung yakni perilaku kurang baik, tinggal di lingkungan yang tidak sehat, genetik dan faktor sarana prasarana yang minim.

Perilaku seseorang yang kurang baik seperti konsumsi berlebihan terhadap makanan yang mengandung lemak, dan jarang berolahraga. Rata-rata penderita komorbid di Bintan disebabkan perilaku yang kurang baik.

Faktor lingkungan juga mempengaruhi warga. Lingkungan yang bersih, dengan kondisi sosial kemasyarakatannya baik, akan mendorong seseorang hidup sehat.

"Kalau lingkungan sosialnya kurang baik, tentu akan mudah stres sehingga dapat menimbulkan beragam penyakit seperti darah tinggi," ujarnya.

Gama mengemukakan rata-rata penderita komorbid di Bintan adalah orang berusia lansia. Mereka kebanyakan mengidap penyakit darah tinggi.

"Tingkat kematian warga akibat penyakit komorbid relatif sedikit," katanya.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE