Batam (ANTARA News) - Sekitar 200 orang turis mancanegara dan dalam negeri dengan kapal pesiar perorangan mengikuti wisata memancing dari Nongsa Point Marina, ke perairan utara Pulau Petong, Batam, Kepulauan Riau yang kaya akan ikan kakap dan kerapu.
"Mereka berangkat dari Nongsa Point Marina (NPM) sore ini. Peserta rata-rata membawa anggota keluarga atau kerabat," kata Susan, Humas NPM, Senin.
General Manager NPM, Ricky Tjong dan Kadisparbud Kota Batam Guntur Sakti menyambut peserta wisata yang disebut "Fishing Trip to Riau Water" itu, Minggu malam dengan ditandai dengan tarian tradisional Melayu dari Sanggar Bunga Tanjung dan pertunjukan band.
Paket wisata memancing dan "snorkeling" di Petong diselenggarakan NPM bersama Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dalam menyongsong tutup tahun 2010, sedang pesertanya antara lain dari Singapura, Malaysia, Filipina, Inggris, Australia dan Indonesia.
Sebelum kembali ke NPM pada Selasa (21/12) mereka akan diajak menikmati masakan khas hasil laut di sebuah restoran pada daerah Jembatan Barelang.
Pulau Petong di barat gugusan Pulau Batam, Rempang dan Galang (Barelang) berjarak sekitar 40 mil laut dari NPM.
Manajemen NPM, juga bersama dengan Ditjen Pemasaran Kemenbudpar pada 17-18 Desember 2010 menyelenggarakan "Blue Water Rally".
Konvoi kapal pesiar itu melayari perairan Barelang. Pesertanya 278 orang dari 16 kapal pesiar perorangan asal Singapura, Malaysia, Inggris, Skotlandia, Swedia dan Indonesia.
"Dua 'event' ini mampu meningkatkan tingkat hunian tamu di NPM dalam beberapa hari ini," kata Tjong.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran dan Penjualan Nongsa Resort Pte Ltd untuk Singapura, Zainal Shah, menilai, panorama perairan dan pulau-pulau kecil di perairan Jembatan Barelang sangat bagus untuk turis mancanegara.
Ia pernah tiga tahun bertugas di Bintan Lagoon, Pulau Bintan, dan kini telah sepuluh bulan bekerja untuk NPM menyatakan baru pertama kali menyadari potensi wisata perairan Jembatan Barelang ketika mengikuti "Blue Water Rally".
Zainal menyambut promosi dan paket wisata yang digencarkan Kemenbudpar maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam setelah pada menjelang akhir tahun terjadi bencana alam di beberapa daerah wisata Pulau Jawa dan Sumatra.
Promosi dan paket wisata alternatif ini adalah usaha bagus dalam meyakinkan orang luar negeri bahwa untuk mengenali kebudayaan dan alam Indonesia, cukup ke Batam yang sangat dekat dengan Singapura, katanya.
Ia optimistis, dengan semakin banyak paket wisata, acara serta dan tempat hiburan keluarga yang semakin sesuai dengan standar maka pada tahun-tahun mendatang dapat menggaet lebih banyak wisatawan mancanegara khususnya dari Singapura dan Malaysia.
"Sekarang pun untuk malam Tahun Baru 2011, semua kamar sudah habis terpesan," kata Zainal yang di Singapura memimpin pemasaran dan penjualan NPM, Turi Beach Resort dan Nongsa Village Residences, Batam. (A013/Btm1)

Komentar