Bupati Karimun Minta OKP Berperan dalam Ketenagakerjaan

id Bupati,Karimun,aunur,rafiq,OKP,Berperan,Ketenagakerjaan,ftz,free,trade,perpat,pemuda,sertifikasi

Kita juga tidak bisa menempatkan tenaga kerja lokal di satu perusahaan, jika tidak memiliki sertifikasi. Jadi OKP bisa menjaring anggotanya untuk diberikan pelatihan sertifikasi sehingga memenuhi persyaratan untuk diterima bekerja dalam satu perusaha

Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Aunur Rafiq meminta organisasi kepemudaan setempat berperan dalam memberdayakan tenaga kerja lokal dalam bursa kerja, terutama di Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

"OKP bisa menjalin kerja sama dengan asosiasi-asosiasi, seperti Asobar, Apindo dan asosiasi lain dalam meraih peluang kerja bagi anggotanya di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di FTZ," kata dia usai menghadiri pelantikan pengurus DPD Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Karimun di Hotel Aston Tanjung Balai Karimun, Minggu.

Aunur Rafiq mengatakan, peran OKP dalam bursa kerja diharapkan dapat memberi peluang bagi tenaga kerja lokal untuk bersaing dengan tenaga kerja dari luar di era pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Menurut dia, kerja sama antara OKP dengan asosiasi-asosiasi, terutama asosiasi yang menaungi tenaga kerja bertujuan untuk mewujudkan tenaga kerja lokal yang bersertifikasi dan memiliki kompetensi sesuai keahlian yang dimiliki.

"Kita juga tidak bisa menempatkan tenaga kerja lokal di satu perusahaan, jika tidak memiliki sertifikasi. Jadi OKP bisa menjaring anggotanya untuk diberikan pelatihan sertifikasi sehingga memenuhi persyaratan untuk diterima bekerja dalam satu perusahaan," kata dia.

Dia menuturkan, pemerintah daerah juga telah membuat nota kesepahaman dengan perusahaan-perusahaan di FTZ, bersama dengan asosiasi ketenagakerjaan seperti Asobar dan lainnya.

Nota kesepahaman itu berisikan kesepakatan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, namun diiringi dengan memberikan pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan sesuai bidang kerja yang dibutuhkan perusahaan.

"OKP harus mandiri, berfikir kreatif dan inovatif sehingga tidak terkesan sebagai OKP yang hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah, meski pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membina organisas-organisasi kemasyarakat dan pemuda, salah satunya dalam bentuk bantuan dana," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Perpat Karimun Gatot Haryanto usai dilantik mengatakan, pihaknya akan menjalin kerja sama, salah satunya dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dalam meraih peluang kerja bagi anggota.

"Kita juga mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan program-program pelatihan ketenagakerjaan, salah satunya meminta agar segera mendirikan Balai Latihan Kerja," kata dia.

Perpat, kata Gatot, merupakan OKP yang bertujuan untuk mewujudkan pemuda tempatan yang kreatif, inovatif dan mampu merebut peluang usaha, dan peluang kerja dengan didukung skill yang bersertifikasi dan memiliki kompetensi. (Antara)

Editor: Desi Purnamawati

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE