TransJakarta hentikan dua rute bus imbas demo di DPR

id Demo Mahasiswa, Demo DPR, tolak RUU Cipta Kerja, Omnibus Law

TransJakarta hentikan dua rute bus imbas demo di DPR

Polisi menghalau kendaraan yang menuju ke Jalan Gatot Subroto akibat penutupan jalur imbas demo mahasiswa menolak Omnibus Law di depan DPR RI, Selasa (25/8/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - TransJakarta menghentikan sementara dua rute layanan TransJakarta karena terimbas demo penolakan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di depan Gedung DPR RI oleh elemen mahasiswa, Selasa sore.

"Layanan 1B rute St. Palmerah-Tosari, untuk sementara tidak beroperasi terkait adanya massa di kawasan Gedung DPR/MPR," kata Kepala Sekretaris Perusahaan dan Humas TransJakarta, Nadia Disposanjoyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Selain itu, rute lainnya yang mengalami penghentian operasi adalah rute 9E Kebayoran Lama-Jelambar.

Pada Selasa siang, TransJakarta juga telah melakukan pengalihan rute untuk koridor 9 dengan rute Pinang Ranti-Pluit.

"Untuk sementara arah Pluit tidak melewati Halte Senayan JCC dan Halte Slipi Petamburan," kata Nadia.

Adanya modifikasi rute dan penghentian sementara beberapa rute TransJakarta merupakan imbas dari penutupan jalur TransJakarta dan Jalan Gatot Subroto akibat adanya aksi di depan Gedung DPR RI.

Pada pagi hari, aksi dilakukan oleh elemen buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Lalu aksi tersebut bubar pada secara teratur mulai pukul 12.43 WIB, namun rupanya massa aksi baru dari elemen mahasiswa melanjutkan aksi serupa.

Aksi itu dilakukan untuk menolak RUU Cipta Kerja atau umum dikenal dengan nama Omnibus Law.

Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar saat ditemui di lokasi penutupan jalur Gatot Subroto mengatakan pihaknya belum dapat memastikan pembukaan jalur untuk arus lalu lintas.

"Massa masih ada, jadi ya ini dibuka nanti situasional juga," kata Fahri.


Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar