Pemprov Kepri berupaya miliki alat RT-PCR

id Pjs Gubernur Bakhtiar,upayakan, Pemprov Kepri,milik alat RT PCR

Pemprov Kepri berupaya miliki  alat RT-PCR

Pjs Gubernur Kepri Bakhtiar Burhanudin. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pejabat sementara Gubernur Kepulauan Riau Bakhtiar Burhanudin akan mengupayakan pemerintah daerah memiliki alat Reverse Transcriptase - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) untuk mempercepat proses pendeteksian pada tubuh seseorang yang dicurigai tertular COVID-19 atau tidak.

"RT-PCR di masa pandemi COVID-19 sangat dibutuhkan. Dengan alat itu, hasil pemeriksaan akan diketahui 3-4 jam," kata Bakhtiar, di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa.

Bakhtiar yang hanya menjabat sebagai Pjs Gubernur Kepri selama 71 hari merasa heran kenapa pemda tidak mengadakan alat itu, padahal dibutuhkan. Pemda memiliki anggaran yang memadai untuk pengadaan alat itu.

Selama ini, untuk mengetahui seseorang positif COVID-19 atau tidak membutuhkan waktu 3-7 hari. Waktu yang selama itu kurang efektif dalam penanganan orang-orang yang diduga (suspek)..

"Tentu ini menjadi perhatian kami bahwa ada kebutuhan yang tidak dapat ditunda untuk penanganan COVID-19," ujarnya.

Bakhtiar yang juga Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum mengatakan alat RT-PCR itu akan disiapkan di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepri). Selain itu, BP FTZ Batam juga menyiapkan satu unit RT-PCT di Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam.

Di Lagoi, Bintan, pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata akan menyiapkan tiga alat RT-PCR. Alat ini semakin dibutuhkan ketika kran wisman terbuka di Lagoi.

"Tentu aktivitas pariwisata harus sejalan dengan persiapkan seluruh fasilitas pariwisata berstandar baik dalam mencegah penularan COVID-19," tuturnya.

Alat RT-PCR baru dimiliki Kemenkes di Batam dan RSKI Galang.*
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar