Rabu, 23 Agustus 2017

Persediaan Premium di SPBU Tanjungpinang Dikurangi

id PT Pertamina, Persediaan Premium, di SPBU Tanjungpinang, Dikurangi
Persediaan Premium di SPBU Tanjungpinang Dikurangi
SPBU Tanjungpinang hanya dapat menjual 10 ton premium sehari sehingga cepat habis (Aji Anugraha)
Premium menipis sejak dua hari lalu. Pertamina hanya memasok premium 10 ton per hari
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Persediaan premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tanjungpinang, Kepulauan Riau dikurangi PT Pertamina sejak beberapa hari lalu.

Kepala Pengawas PT Baitan Anugerah Bersama SPBU, Triyono, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan Pertamina mengurangi jumlah pasokan premium mencapai 70 persen. 
    
"Premium menipis sejak dua hari lalu. Pertamina hanya memasok premium 10 ton per hari," katanya.
    
Akibat persediaan yang terbatas, jumlah pengendara sepeda motor dan mobil membludak di SPBU. Bahkan antrean kendaraan pada sejumlah SPBU hingga ke jalan raya.
    Antrean panjang disebabkan persediaan premium hanya 10 ton per hari sehingga pihak SPBU hanya mengoperasikan dua mesin yang mendistribusikan bahan bakar itu ke pengendara roda dua dan roda empat. 
    Pengurangan kuota premium yang cukup tinggi mempercepat penjualan di SPBU. Dalam beberapa jam premium laku terjual, sementara pengendara roda dua maupun empat merasa kecewa karena setelah mengantre lama ternyata premium sudah habis.
    
"Jumlah konsumen banyak, jadi cepat habis," ucap Triyono.
    
Sejak Minggu (14/5) hingga sekarang sejumlah pengguna roda dua dan empat mengantre terpaksa membeli Pertalite dan Pertamax karena tidak sabar menunggu.
    
"Biasanya, rata-rata jumlah pasokan premium dari Pertamina 20-24 ton setiap hari bisa, sebelum dikurangi," katanya. 
    
Beberapa konsumen premium mengeluhkan minimnya pasokan premium. Salah satu diantaranya adalah Budi. Dia mengatakan masih menggunakan premium subsidi untuk bahan bakar kendaraan roda dua miliknya.
    
"Sayang sekali kalau dibatasi. Kalau kami ini masyarakat menengah kebawah masih menginginkan premium, karena harganya lebih murah dibanding petralite," katanya yang bermata pencaharian sebagai tukang ojek keliling.
    
Rudi, konsumen SPBU lainnya, menginginkan perimium disediakan berlebih, tidak dibatasi. 
    
"Pembatasan ini sangat merugikan masyarakat menengah kebawah, saya harap pemerintah bisa mempertimbangkan kebijakan itu," ujarnya
    
Perbandingan harga satuan jual premium dengan pertalite mencapai Rp1.450 per liter. Pertalite masih dijual dengan harga Rp7.900 per liter sedangkan premium Rp6.450 per liter.(Antara)

Editor: Niko

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga