Bantu PAD, TMD Gesa Business Plan 2016
Senin, 25 Januari 2016 23:07 WIB
Dirut PT Tanjungpinang Makmur BUMD Tanjungpinang Asep Nana Suryana. (antarakepri.com/Saud MC)
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dirut PT Tanjungpinang Makmur Bersama, Asep Nana Suryana mengaku akan membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang dengan menggesa "business plan" yang diyakini rampung pada 2016 ini.
"Pertama, kami mengarah ke videotron raksasa yang rencana dibangun di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) dan di kawasan Tepilaut," kata Asep Nana Suryana, Senin.
Dalam hal ini, posisi PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMD) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebatas penawaran lokasi pemasangan videotron, dan membantu memasarkannya dengan keuntungan berupa "fee" atau komisi dari bisnis videotron tersebut.
Bisnis berikutnya, TMD sendiri akan membuka anak perusahaan baru yang rencana bermarkas di kawasan KM 8 untuk fokus pada bisnis Ticketing, Tour and Travel.
"Karena perjalanan dinas pegawai sekitar Rp45milyar dan sebanyak 25 persennya adalah uang tiket dalam setahun. Disitulah keuntungan kami nanti sebagai perusahaan milik pemerintah," paparnya.
Asep juga akan bekerjasama dalam hal penyediaan kebutuhan pokok dengan Bulog maupun pihak pengusaha komoditas bahan pangan lainnya.
"Kami juga akan membuat semacam mini market dengan yang melayani pembayaran tunai dan nontunai yang rencana di kawasan KM9," ucapnya.
Di samping itu, BUMD akan mengelola parkir di Bandara RHF yang menurutnya, sudah mendapat persetujuan dari Angkasa Pura II pengelola bandara tersebut.
"Kami juga akan memanfaatkan fasilitas ocean corner dengan mambangun semacam tempat ngopi menggunakan petikemas dan kontainer yang didesign bagus," paparnya.
Termasuk bisnis tower BTS fiber optics di 20 titik yang dalam hal ini, TMD sebagai pihak yang mengurus perizinannya.
Adapun bisnis jangka pendek ini dilakukan BUMD dengan menggandeng pihak swasta lainya mengingat perusahaan daerah tersebut berjalan tanpa penyertaan modal.
"Saat ini kami belum berbicara bisnis jangka panjang yang sifatnya makro, karena biayanya sangat besar. Oleh sebab itu pada tahun ini kami lakukan bisnis jangka pendek, dengan target penekanannya minimal memberikan kontribusi ke PAD, dan gaji kami bisa sesuai UMK," paparnya kepada Antara.
Editor: Rusdianto
"Pertama, kami mengarah ke videotron raksasa yang rencana dibangun di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) dan di kawasan Tepilaut," kata Asep Nana Suryana, Senin.
Dalam hal ini, posisi PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMD) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebatas penawaran lokasi pemasangan videotron, dan membantu memasarkannya dengan keuntungan berupa "fee" atau komisi dari bisnis videotron tersebut.
Bisnis berikutnya, TMD sendiri akan membuka anak perusahaan baru yang rencana bermarkas di kawasan KM 8 untuk fokus pada bisnis Ticketing, Tour and Travel.
"Karena perjalanan dinas pegawai sekitar Rp45milyar dan sebanyak 25 persennya adalah uang tiket dalam setahun. Disitulah keuntungan kami nanti sebagai perusahaan milik pemerintah," paparnya.
Asep juga akan bekerjasama dalam hal penyediaan kebutuhan pokok dengan Bulog maupun pihak pengusaha komoditas bahan pangan lainnya.
"Kami juga akan membuat semacam mini market dengan yang melayani pembayaran tunai dan nontunai yang rencana di kawasan KM9," ucapnya.
Di samping itu, BUMD akan mengelola parkir di Bandara RHF yang menurutnya, sudah mendapat persetujuan dari Angkasa Pura II pengelola bandara tersebut.
"Kami juga akan memanfaatkan fasilitas ocean corner dengan mambangun semacam tempat ngopi menggunakan petikemas dan kontainer yang didesign bagus," paparnya.
Termasuk bisnis tower BTS fiber optics di 20 titik yang dalam hal ini, TMD sebagai pihak yang mengurus perizinannya.
Adapun bisnis jangka pendek ini dilakukan BUMD dengan menggandeng pihak swasta lainya mengingat perusahaan daerah tersebut berjalan tanpa penyertaan modal.
"Saat ini kami belum berbicara bisnis jangka panjang yang sifatnya makro, karena biayanya sangat besar. Oleh sebab itu pada tahun ini kami lakukan bisnis jangka pendek, dengan target penekanannya minimal memberikan kontribusi ke PAD, dan gaji kami bisa sesuai UMK," paparnya kepada Antara.
Editor: Rusdianto
Pewarta : Saud MC
Editor : Kepulauan Riau
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Batam: Relaksasi pajak dan "tapping box" dongkrak pendapatan asli daerah
29 September 2025 10:20 WIB
DPRD dorong optimalisasi PAD lewat opsen PKB untuk kemandirian fiskal Batam
29 August 2025 12:27 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Komisi VII DPR RI soroti wisman Singapura dan Malaysia belanja sembako di Batam
11 February 2026 9:04 WIB
Mangrove Bintan mulai dilirik jadi kawasan budidaya dan wisata berkelanjutan
10 February 2026 15:54 WIB