DPRD Karimun Soroti Prostitusi Berkedok Panti Pijat

id panti, pijat, prostitusi, karimun, riau, zulfikar, laskar, melayu, dprd,

Karimun (ANTARA News) - Komisi A DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menyoroti panti pijat di Tanjung Balai Karimun yang diduga hanya sebagai kedok untuk prostitusi.

''Kami banyak mendapat laporan panti-panti pijat tidak lagi sebagai tempat pijat, tapi ada kegiatan mesum atau prostitusi terselubung di sana,'' kata anggota Komisi A DPRD Karimun Zulfikar, di Tanjung Balai Karimun, Kamis.

Zulfikar mengaku banyak menerima laporan bahwa tempat sepertu jumlahnya mencapai puluhan dan saling berdekatan di pusat kota Tanjung Balai Karimun.

''Laporan warga itu sudah seharusnya ditelusuri dan sudah menjadi rahasia umum bahwa panti-panti pijat itu memiliki aktivitas ganda, yaitu pijat dan mesum,'' ucapnya.

Menurut dia, penampilan para wanita pemijat dengan berpakaian vulgar menguatkan dugaan tersebut.

''Para wanita pemijat rata-rata masih muda belia, jauh dari kesan sebagai tukang pijat,'' katanya.

Bahkan, lanjut dia, sejumlah panti pijat di Jalan Pramuka berdekatan dengan rumah ibadah dan Kantor Urusan Agama (KUA) sehingga menimbulkan kesan mencolok dan meresahkan warga.

Politisi Partai Hanura itu meminta Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya memperketat pengawasan terhadap panti-panti pijat yang menyalahi izin.

''Kami minta panti-panti pijat beraktivitas ganda ditindak dan dicabut izinnya,'' katanya.

Datuk Panglima Muda Dewan Pimpinan Daerah Laskar Melayu Bersatu Karimun, Azman Zainal juga mendesak dinas terkait serta Satpol-PP merazia panti-panti pijat yang menyalahi izin dengan prostitusi.

''Praktik mesum berkedok panti pijat sudah bukan rahasia lagi di mata masyarakat. Namun, masyarakat hanya bisa mengurut dada karena tidak ada tindakan tegas dari dinas terkait,'' katanya.

Menurut Azman, razia selama ini belum dapat memberantas praktik prostitusi berkedok panti pijat.

''Selain memperketat pengawasan, dinas terkait harus memperjelas kriteria panti pijat. Sangat tidak masuk akal kalau wanita berusia muda belia menjadi pemijat yang profesional,'' ucapnya. (ANT/Btm1)

Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE