Bulog dan Pemkab Karimun gelar pasar pangan murah

id sphp beras,beras subsidi,pemkab karimun,kepri karimun,bulog batam

Bulog dan Pemkab Karimun gelar pasar pangan murah

Gerakan Pangan Murah yang menjual beras bersubsidi kepada masyarakat di Pasar Puan Maimun Kabupaten Karimun, dihadiri oleh Bupati Karimun Iskandarsyah (tengah), Wakil Bupati Karimun Rocky Bawole (kiri) dan Pimpinan KC Bulog Batam Guido XL Pereira (kanan) di Karimun, Kepri, Sabtu (2/8/2025). (ANTARA/HO-Bulog Batam)

Batam (ANTARA) - Bulog Kantor Cabang Batam bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pasar Puan Maimun pada 2 dan 3 Agustus 2025 dengan menjual beras bersubsidi untuk kebutuhan masyarakat.

Pemimpin Bulog KC Batam Guido XL Pereira saat dihubungi di Batam, Sabtu, mengatakan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual kepada masyarakat hanya Rp55.000 per kemasan, dengan berat 5 kilogram (kg).

Harga tersebut, menurut dia, sudah mendapat subsidi sebesar Rp4.000 per kemasan dari Pemkab.

“Masyarakat cukup membayar Rp55.000 per 5 kilogram. Antusiasme warga luar biasa hari ini, dua ton beras yang kami bawa langsung habis dalam waktu kurang dari dua jam,” ujar dia.

Kegiatan tersebut, kata Guido, mendatangkan 2.000 kilogram beras SPHP dengan harga subsidi yang disambut antusias masyarakat.

“Besok kami juga akan membawa dua ton beras,” katanya.

Guido mengatakan GPM di sana dibuka sejak pukul 08.00 WIB dan pada pukul 09.45 WIB seluruh beras yang disediakan telah habis terjual.

Ia juga mengatakan Bupati Karimun Iskandarsyah dan Wakil Bupati Karimun Rocky Bawole turut hadir di lokasi bersama jajaran dinas terkait untuk mendampingi kegiatan hingga selesai.

Guido juga mengatakan kegiatan serupa akan terus berlanjut hingga Desember 2025.

“Kami dari Bulog Batam yang membawahi wilayah Kota Batam dan Kabupaten Karimun akan terus menggelar pasar murah sesuai permintaan dari dinas yang membidangi urusan pangan, maupun instansi seperti TNI dan Polri,” katanya.

Langkah tersebut, katanya, diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di wilayah perbatasan.

Terkait kegiatan penjualan SPHP di Kota Batam, Guido mengatakan bahwa pihaknya menunggu permintaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam untuk menyelenggarakan kegiatan yang sama.

“SPHP itu beras subsidi pemerintah, sehingga untuk penyaluran harus ada permintaan dari dinas terkait. Baru akan kami lakukan kegiatan,” katanya.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE