UMRAH tuan rumah Forkom pimpinan FKIP se-Indonesia

id UMRAH,tanjungpinang,forkom,FKIP

Forkom Pimpinan FKIP Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia menggelar pertemuan di Tanjungpinang. (Antaranews Kepri/Ogen)

Makanya di sini kita akan fokus membahas tentang mata kuliah dasar kependidikan. Karena roh Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan ada di situ
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang enjadi tuan rumah pertemuan Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III Forum Komunikasi (Forkom) Pimpinan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia.

Rektor UMRAH, Syafsir Akhlus menuturkan, pertemuan digelar di salah satu hotel di Tanjungpinang pada 20-22 November 2018 bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh jurusan FKIP Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia terkait kurikulum yang akan digunakan.

"Melalui kegiatan ini, kita berharap kurikulum FKIP se-Indonesia semuanya sama. Dan dari segi kualitas pun tidak terlalu jauh berbeda," ujar Akhlus, Selasa malam.

Ketua Forkom Pimpinan FKIP Perguruan Tinggi se-Indonesia yang diwakili oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik Universitas Sriwijaya, Hartono, menyampaikan dalam dunia pendidikan kurikulum merupakan salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan FKIP di Indonesia.

Sehingga menurutnya, setiap kurun waktu tertentu kurikulum tersebut perlu dievaluasi dan kemudian disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan harapan, kurikulum itu dapat menjadi acuan FKIP Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia.

"Makanya di sini kita akan fokus membahas tentang mata kuliah dasar kependidikan. Karena roh Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan ada di situ," terangnya.

Sementara, ketua panitia penyelenggara sekaligus Dekan I FKIP UMRAH, Abdul Malik menyampaikan setelah penyamaan kurikulum itu, juga akan dibahas program pertukaran mahasiswa jurusan FKIP antar Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung di dalam forum tersebut. 

Lanjut Malik menjelaskan, ke depan mahasiswa khususnya yang kuliah di jurusan FKIP diperkenankan menimba ilmu di kampus lain, begitu pula sebaliknya. Lama belajar bervariasi dari 3 sampai 6 bulan lamanya.

"Mereka mengajukan dan pihak fakultas yang memberikan rekomendasi. Di sana mahasiswa betul-betul belajar dan nilai yang didapatkan dibawa pulang ke kampus asal," imbuhnya.

Malik turut menambahkan, melalui pertemuan ini UMRAH akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan FKIP di Indonesia pada masa mendatang.

Sebagai informasi, pertemuan ini dihadiri oleh 68 perwakilan pimpinan dari 34 FKIP Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar