Di balik logo baru Ditjen Perbendaharaan

id logo baru,Ditjen Perbendaharaan,KPPN Batam,Esanov Putra

Logo baru Ditjen Perbendaharaan

Esanov Putra*) (/)

Perhelatan Nasional Rapimnas Direktorat Jenderal Perbendaharaan tanggal 15 Maret 2019 menjadi “Rumah Bersalin” lahirnya logo baru Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono meluncurkan logo tersebut secara resmi.

Ada apa dibalik Logo baru tersebut?. Kenapa harus ada Logo?, Maksudnya apa kok pakai logo segala?. Berbagai macam pertanyaan muncul baik pertanyaan yang tak terucapkan ataupun pertanyaan yang diucapkan dan mungkin dituliskan.

Mari kita telusuri akun Instagram milik Direktorat Pebendaharaan pada alamat @ditjenperbendaharaan kira-kira ada berita apa saja sih yang ada di dalam akun tersebut terkait logo baru ini. Setelah ditelisik, ternyata pada akun tersebut ada beberapa informasi mengenai logo baru Ditjen Perbendaharaan. Mau tahu ngga?.

Mari kita telusuri. Logo baru tersebut terdiri dari 2 warna dominan, yaitu biru tua (dengan degradasi warna), warna Kuning Keemasan (dengan degradasi warna).

Pasti ada maksud dan arti, kenapa tiga warna ini dipilih menjadi warna pada logo baru tersebut. Ternyata warna biru tua diambil dari warna biru pada logo Kementerian Keuangan. Hal ini diartikan bahwa Ditjen. Perbendaharaan merupakan bagian dari keluarga besar Kementerian Keuangan. Warna Kuning Keemasan ternyata melambangkan prestasi dan kemakmuran. Warna ini memiliki makna DJPb adalah unit organisasi yang terus berupaya mengukir prestasi dengan gemilang.

Ternyata bentuk logo juga mempunyai makna dan info tersebut juga ada di akun Instagram Ditjen. Perbendaharaan. Apa pula arti dan makna dari bentuk logo tersebut?, mari kita telusuri.

Bentuk melingkar membentuk Globe atau bola dunia ternyata menggambarkan institusi DJPb yang memiliki visi “Menjadi pengelola perbendaharaan yang unggul di tingkat dunia”. Bentuk runcing keatas menggambarkan perbaikan yan dilakukan secara terus menerus/berkesinambungan (Continuous Improvement). Sudah menjadi komitmen DJPb untuk selalu berupaya dalam perbaikan dan perkembangan ke arah yang positif, dengan berkelanjutan.

Bentuk lengkung menggambarkan DJPb sebagai organisasi yang dinamis, adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan seiring dengan perkembangan zaman.

Tulisan nama unit organiasi Indonesian Treasury dengan ejaan bahasa Inggris menunjukkan kesiapan dan semangat Ditjen.Perbendaharaan sebagai pengelola perbendaharaan negara yang unggul di tingkat dunia.

Jika kita lihat pada zaman dahulu ketika orang tua kita melahirkan kita, kemudian mereka sibuk memikirkan nama apa yang diberikan kepada sang bayi. Tentulah nama yang diberikan mengandung harapan akan seperti apa bayi yang dilahirkan tersebut kelak dimasa yang akan datang.

Harapan itu jugalah yang diterkandung dalam logo baru Ditjen. Perbendaharaan. Seperti apa organisasi Ditjen. Perbendaharaan sekarang dan yang akan datang. Tidak hanya tahun depan, tapi sewindu kedepan bahkan 25 tahun kedapan dan terus berkesinambungan.

Bukan perkara yang mudah untuk menciptakan sebuah logo. Diperlukan insan yang jenius dan visioner sehingga mampu menterjemahkan kondisi suatu organisai saat ini dan seperti apa suatu unit organisasi dimasa yang akan datang, kemudian menterjemahkan visi tersebut kedalam tahapan disain grafis dan makna,  dan Ditjen. Perbendaharaan  memiliki insan jenius tersebut.

Menilik apa yang telah dilakukan Ditjen. Perbendaharaan dengan logo barunya, dalam Teori Marketing Management, ada istilah Rebranding. Defenisi Rebranding adalah upaya yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau lembaga atau organisasi untuk mengubah total atau memperbaharui sebuah brand yang telah ada agar menjadi lebih baik dengan tidak mengabaikan tujuan awal . Kata Re berarti kembali dan Branding yang bermakna “penciptaan brand image” secara mendasar menuju kondisi yang lebih baik. (Rita, SE, Msi ; Faculty Member of International Marketing, Binus University).

Pembuatan simbol atau logo merupakan salah satu wujud rencana aksi dari teori Rebranding tersebut. 

Perubahan dan perkembangan organisasi secara berkesinambungan menuntut organisasi harus mampu mengakomodir perubahan dan perkembangan tersebut dalam wujud yang bisa diterjemahkan oleh stakeholder organisasi. Logo menjadi salah satu wujud aksi tersebut.

Perubahan strategi organisasi, perubahan perilaku organisasi termasuk didalamnya perubahan budaya kerja, perubahan pola komunikasi organisasi serta perubahan kebiasaan organisasi menjadi hal-hal internal yang mendorong agar suatu organisasi melakukan rebranding.

Ditjen. Perbendaharaan telah memiliki itu semua dan telah menapakkan kaki pada tangga demi tangga menuju Era Digital Treasury. Era dimana Organasasi Ditjen. Perbendaharaan telah siap beraselerasi dalam Era Digital 4.0 yang tidak bisa dibendung kedatangannya.

 Insan-insan perbendahaaran juga telah menggiat berbagai macam penguatan menuju ke era tersebut. Sinergi menuju era digital treasury telah menjadi jargon milenial Ditjen. Perbendahaaran.

Jayalah Ditjen. Perbendaharaan..!!, dengan logo baru, semangat baru dan terus baru, menuju Era Digital Treasury. Menjadi pengelola perbendaharaan negara yang unggul di tingkat dunia dan terdepan di Era Digital 4.0.

*) Penulis merupakan Kepala Seksi Pencairan Dana, KPPN Batam, Kanwil DJPB Provinsi Kepulauan Riau



Keterangan : Isi dan maksud tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis, bukan tanggung jawab redaksi
Penulis :

COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar