Meningkat minat warga perbatasan di Nunukan investasi emas

id emas,pegadaian,harga emas,lelang emas

Meningkat minat warga perbatasan di  Nunukan investasi emas

Ilustrasi: Lelang Emas Sejumlah ibu menawar perhiasan dalam Lelang Emas di Pegadaian Halmahera, Malang, Jawa Timur ( Antara Jatim/Ari Bowo Sucipto/zk/16).

Nunukan (ANTARA) - Minat warga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berinvestasi emas mengalami peningkatan sejak harga terus meningkat.

Hal ini dikemukakan Pimpinan Cabang Pegadaian Nunukan, Ayat Supriatin di Nunukan, Selasa, ketika ditanya perihal animo masyarakat setempat merespons kenaikan harga emas sejak beberapa bulan terakhir.

Kesadaran warga perbatasan menginvestasikan modalnya dengan memborong emas terlihat pada saat membuka pelelangan di Kantor Pegadaian Cabang Nunukan di Jalan Pelabuhan Baru Kelurahan Nunukan Timur.

Ayat menyatakan antusiasme warga perbatasan berinvestasi emas ditandai dengan banyaknya yang datang mengajukan penawaran untuk membeli emas dalam jumlah besar.

"Kesadaran masyarakat perbatasan ini mulai naik untuk menginvestasikan uangnya dengan memborong emas pada saat pelelangan," ujar Ayat di kantornya.

Peningkatan minat warga berinvestasi tersebut karena faktor meningkatnya harga emas secara terus menerus akhir-akhir ini.

Menurut Pimpinan Cabang Kantor Pegadaian Nunukan ini, jenis emas yang paling diminati warga adalah emas batangan.  Mereka ada yang dulu membeli dengan harga Rp700.000 per gram, kemudian kini dapat dijual dengan harga lebih dari Rp900.000 per gram.

Ia mengapresiasi animo warga di perbatasan yang menginvestasikan uang mereka  dengan membeli emas dalam jumlah besar. Sebab, investasi emas memang dianggap paling aman karena harga tidak pernah turun drastis.

Ayat menambahkan proses pelelangan selama wabah COVID-19 ini Kantor Pegadaian membatasi orang atau nasabah yang masuk dalam ruangan.

"Kita cuma panggil dua orang yang masuk dalam ruangan pada saat lelang selama wabah COVID-19 ini. Hal ini supaya tetap menjaga jarak dan tidak berkerumun," ucap dia.

 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar