Pompong jadi alternatif warga Natuna mudik lebaran

id Natuna, mudik lebaran, covid-19, mudik ditengah covid 19, gunakan pompong untuk mudik

Pompong jadi alternatif warga Natuna mudik lebaran

Pompong saat membawa para pemudik di perairan Pulau Midai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (21/5/2020) pagi. (Foto Antara Kepri/ Cherman)

Natuna (ANTARA) - Jelang Idul Fitri 1441 H, warga Kepulauan Natuna, khususnya warga Pulau Midai di Kecamatan Midai dan Suak Midai melakukan mudik lebaran menggunakan pompong (kapal ikan).

Hal itu dilakukan karena telah ditutupnya jalur transportasi  laut untuk penumpang oleh pemerintah dalam mencegah penularan COVID-19.

"Sejauh ini warga yang datang masih dalam keadaan sehat, tidak menunjukkan ada gejala terpapar virus atau demam," kata Sekretaris Camat, Kecamatan Midai, Erlina saat dihubungi ANTARA, Kamis pagi.

Ia mengatakan, kedatangan para warga tersebut diketahui semuanya masyarakat setempat, tidak ada warga dari luar Natuna.

"Jadi kami  tidak melaksanakan karantina karena dicek, semuanya warga Midai yang ada di Ranai," jelas Erlina

Dijelaskannya, jika kemudian diketahui para penumpang dalam kondisi tidak sehat, maka akan dilakukan tindakan penanganan secara khusus.

"Namun, jika ada yang diketahui demam atau batuk, filek, kita akan isolasi mandiri, tetap sebagai ODP," kata Sekcam.

Diakuinya, pemudik kali ini melebihi ketentuan yang telah mereka tetapkan sebelumnya. Ia juga menghimbau agar penyedia layanan transportasi mengutamakan keselamatan para penumpang.

"Hari ini (21/5), penumpang sesuai di manifes sebanyak 65 orang, padahal kita sudah menghimbau kepada pemilik pompong paling banyak 40 orang penumpang yang harus diangkut, takut terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujarnya.

Ia juga mengatakan belum mengetahui pasti apakah kapal atau pompong yang digunakan jenis kapal ikan atau penumpang.

"Kalau masalah itu, saya belum tau, nanti kita coba cek di kesyahbandaran atau perhubungan, saya juga orang baru di Midai," jelasnya.

Namun, diakuinya rangkaian arus mudik warga setempat sudah beberapa kali dilakukan tidak hanya menggunakan satu kapal itu saja.

"Sudah tiga kali, KKP dua kali, KM Sabillilah satu kali," ungkap Erlina.


 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar