Kondisi 34 pasien positif COVID-19 di Batam stabil

id perkembangan covid di batam,pasien sembih covid di batam, rski batam,rski galang

Kondisi 34 pasien positif COVID-19 di Batam stabil

Data COVID-19 di Kota Batam Kepulauan Riau, Rabu. ANTARA/Naim

Batam (ANTARA) - Seluruh warga yang masih dirawat untuk menjalani karantina karena positif COVID-19 di Kota Batam Kepulauan Riau dalam kondisi kesehatan relatif stabil, kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam, Azril Aprianto.

"Seorang dirawat di RSBP Batam dan 33 orang dirawat di RS Khusus Infeksi Galang," katanya di Batam, Kamis.

Ia menyebutkan, dari total 248 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, sebanyak 202 orang di antaranya sembuh dan 12 orang meninggal.

Dari total 248 orang warga positif COVID-19, sebanyak 12 orang adalah balita, sebanyak 11 orang usia 6-11 tahun, sebanyak 12 orang usia 12-16 tahun, sebanyak 36 orang usia 17-25 tahun, sebanyak 63 orang usia 26-35 tahun, sebanyak 51 orang berusia 36-45 tahun, sebanyak 35 orang usia 46-55 tahun, sebanyak 23 orang usia 56-65 tahun dan lima orang di atas 65 tahun.

Masih dari keterangan Gugus Tugas, virus corona sudah menyebar di 10 kecamatan di Batam, yaitu sembilan kecamatan di pulau utama dan satu kecamatan penyangga.

Hanya dua kecamatan yang masih bersih dari paparan virus corona, yaitu dua kecamatan penyangga, Bulang dan Galang.

Disebutkan juga, hingga kini, tim sudah melakukan pemeriksaan swab tenggorokan terhadap 2.543 orang di Batam, 2.230 di antaranya negatif, 65 masih dalam proses, dan 248 positif.

Di samping itu, hingga kini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Batam telah melakukan penyisiran terhadap 140.586 orang warga yang dikhawatirkan terpapar virus corona.

Dari jumlah itu, penyisiran paling banyak dilakukan di Kecamatan Sekupang sebanyak 41.257 orang, diikuti Kecamatan Nongsa sebanyak 17.121 orang dan Kecamatan Sagulung 17.210 orang.

Tim juga melakukan tes cepat COVID-19 terhadap 15.012 orang warga, dan hasilnya hanya 562 orang yang reaktif.

 
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar