BI Kepri: Protokol kesehatan kunci pemulihan ekonomi

id Pemulihan ekonomi

BI Kepri: Protokol kesehatan kunci pemulihan ekonomi

Suasana pasar Bintan Center, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Antara/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Musni Hardi K Atmaja, menilai, protokol kesehatan menjadi kunci pemulihan ekonomi pada fase kehidupan baru atau new normal di daerah tersebut.

Menurutnya, pemulihan ekonomi tergantung dari disiplin masyarakat untuk memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari keramaian, dan menjaga kesehatan.

"Kuncinya adalah menjalankan protokol kesehatan dengan sadar dan disiplin tinggi, karena kalau kita sehat, semua kegiatan akan berjalan dengan baik, baik itu perdagangan maupun kegiatan sosial," kata Musni dalam rapat TPID, di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kepri, Rabu.

Musni mengatakan, saat ini masyarakat sudah bisa beraktivitas normal kembali, namun tetap menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan COVID-19.

Dia pun mengimbau masyarakat jangan beranggapan bahwa COVID-19 sudah selesai, tapi masih ada di tengah-tengah masyarakat.

"Kita ingin produktif aman dari COVID-19. Kalau kita disiplin, ekonomi tahun ini bisa baik dan lebih baik lagi. Bahkan 2021 bisa tumbuh lagi seperti sebelumnya," ungkapnya.

Musni mengatakan, inflasi Kepri periode Januari hingga Juni 2020 cenderung rendah dan terkendali. Untuk Tanjungpinang proyeksi inflasi pada Juli 2020 diperkirakan masih terkendali di kisaran 0,00 - 0,20 persen.

"Inflasi rendah karena dampak COVID-19. Aktivitas ekonomi, pendapatan masyarakat, dan konsumsi mengalami penurunan. Permintaan juga lebih rendah," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Mangamputua Gultom menjelaskan, inflasi di ibu kota Provinsi Kepri itu pada Juni 2020 masih cukup terkendali yakni sebesar 0,09 persen.

Ada beberapa komoditas dominan pemicu inflasi di Kota Tanjungpinang seperti daging ayam ras dengan andil 0,08%, ikan tongkol dengan andil 0,03%, ikan caru, ikan selar dan sepeda motor dengan andil inflasi 0,02 persen.

"Lima komoditi ini yang mempunyai andil dominan terhadap inflasi Tanjungpinang," jelasnya.

Dikatakan Gultom, untuk tingkat inflasi tahun kalender periode Januari - Juni 2020 di Kota Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,37 persen dan secara year on year juga mengalami deflasi sebesar 0,32 persen.

"Ini perlu kita antisipasi agar produsen tetap menjalankan usahanya," pungkasnya.

Plt. Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, mengakui penurunan daya beli masyarakat di Kota Tanjungpinang akibat pandemi COVID-19.

Hal ini, lanjutnya, karena banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan pendapatan, sehingga kemampuan belanja rumah tangga terganggu.

Rahma juga berharap menjelang Hari Raya Idul Adha tidak ada lonjakan harga bahan pokok secara signifikan, utamanya daging ayam.

"Saya harap setiap harga komoditi pangan di pantau, terutama daging ayam. Sebab, diperkirakan menjelang Idul Adha bakal terjadi kenaikan permintaan daging ayam. Mudah-mudahan tidak ada lonjakan," tutur Rahma.

 

 

Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar