Aktivitas ekonomi produktif di pulau-pulau kecil terluar perlu diwujudkan

id pulau kecil terluar,produktivitas perekonomian,kkp

Aktivitas ekonomi produktif di pulau-pulau kecil terluar perlu diwujudkan

Ilustrasi - Pulau kecil. ANTARA/HO-Dok KKP

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui sejumlah program terus mendorong adanya peningkatan aktivitas ekonomi produktif yang terletak di kawasan pulau-pulau kecil terluar di wilayah perairan nasional.

"Bantuan berupa sarana dan prasarana di pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan salah satu program KKP yang bertujuan sebagai stimulan untuk menggerakkan dinamika perekonomian yang berbasis pada kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil," kata Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

KKP telah menggulirkan program untuk mendorong gairah produktivitas perekonomian pulau-pulau kecil terluar sejak tahun 2017.

Terbaru, ujar dia, bantuan sarana prasarana ekonomi produktif senilai 40 juta diserahkan secara langsung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PRL Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang kepada Kelompok Perikanan Usaha Bersama Sibaru-baru, yang berasal dari Pulau Sibaru-baru, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Pemberian bantuan tersebut juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujarnya.

Menurut Tebe, bantuan ekonomi produktif yang diserahkan kepada masyarakat Pulau Sibaru-baru juga sebagai bentuk apresiasi KKP atas penyerahan hak ulayat masyarakat yang telah memperoleh sertifikasi Hak Atas Tanah Pulau-Pulau Kecil atau Terluar (PPK/T) pada tahun 2019.

Pulau Sibaru-baru yang termasuk dalam wilayah PPK/T menjadi prioritas sertifikasi HAT untuk mengukuhkan kedaulatan Republik Indonesia.

"Oleh sebab itu, KKP mengapresiasi kerelaan masyarakat yang telah menghibahkan sebagian tanahnya untuk pemerintah melalui bantuan ekonomi produktif," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPSPL Padang Mudatstsir mengungkapkan bahwa potensi sumber daya hayati di Pulau Sibaru-baru yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia ini cukup melimpah.

Menurut dia, sumberdaya hayati yang melimpah ini jika didukung dengan sarana prasarana yang optimal dapat meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat jika dalam pelaksanaan pengelolaannya dapat dilaksanakan dengan baik.

“Bantuan berupa mesin motor tempel dan cold box diharapkan dapat meningkatkan aktivitas usaha dan perekonomian masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, khususnya kelompok masyarakat penerima bantuan,” ungkapnya.

Mudatstsir mengingatkan bahwa bahwa bantuan pemerintah yang telah diserahkan tidak diperbolehkan untuk dipindahtangankan karena ditujukan untuk dimanfaatkan secara bersama-sama.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar