Koperasi di Kepri seharusnya punya kawasan ekonomi khusus

id Kawasan ekonomi khusus

Koperasi di Kepri seharusnya  punya kawasan ekonomi khusus

Pjs Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin berdiskusi dengan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (ANTARA/HO)

Tanjungpinang (ANTARA) - Pjs Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Bahtiar Baharuddin mendorong koperasi memiliki kawasan ekonomi khusus untuk mengelola sumber daya alam yang ada di daerah tersebut.

"Ke depan koperasi sebaiknya memiliki kawasan khusus sendiri. Tinggal menetapkan spesifikasinya, misalnya sektor pertanian," kata Bahtiar di Tanjungpinang, Kamis.

Bahtiar yang menjabat sejak 25 September 2020 itu menilai kawasan ekonomi khusus menguasai semua sumber daya ekonomi di Kepri, misalnya kawasan khusus pariwisata di Lagoi, Kabupaten Bintan dengan nilai investasi triliunan rupiah.

Bahtiar menyebutkan dengan luas daratan hanya sekitar empat persen (96 persen lautan), apabila koperasi mampu menguasai wilayah darat dalam jumlah tertentu, maka ia memiliki modal besar untuk maju dan berkembang.

Begitu lokasi terbentuk dan izinnya berstandar internasional, kata dia, investasi dari luar negeri akan datang dengan sendirinya tanpa perlu diundang.

"Apalagi daerah Kepri ini berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura," katanya.

Sementara, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid dalam kunjungan kerjanya di Kota Tanjungpinang menyatakan sependapat dengan Pjs Gubernur Kepri menyangkut ide kawasan ekonomi khusus koperasi, sehingga masyarakat dapat lebih merasakan sumber daya alamnya.

"Warga Kepri harus menjadi tuan di tanah sendiri," tuturnya.

Menurutnya, upaya mendorong kawasan ekonomi khusus ini berorientasi pada perekonomian dan kepentingan masyarakat umum di Kepri.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar