Enam kasus positif Delta di Shanghai padahal telah divaksin lengkap

id kasus Delta China,Delta Nanjing,Delta Shanghai

Enam kasus positif Delta di Shanghai padahal telah divaksin lengkap

Ilustrasi - Masa inkubasi COVID-19 varian Delta tidak sepanjang varian-varian sebelumnya sehingga bentuk pencegahannya tidak memerlukan karantina dalam waktu yang lebih lama, namun harus lebih sering tes, demikian pernyataan pakar epidemiologi terkemuka di China Prof Zhong Nanshan. ANTARA/Shutterstock/pri.

Beijing (ANTARA) - Enam kasus baru positif COVID-19 varian Delta yang ditemukan di Shanghai, China, ternyata pasien tersebut telah menerima vaksin dosis lengkap sebagaimana yang dilaporkan otoritas kesehatan setempat, Minggu (22/8).

Satu orang bekerja sebagai petugas medis di salah satu rumah sakit yang terinfeksi pada Rabu (18/8), sedangkan lima lainnya pekerja bagian logistik di Bandar Udara Internasional Pudong pada Jumat (20/8) dan Sabtu (21/8).

Meskipun demikian, penelitian yang dilakukan oleh tim yang dipimpin pakar terkemuka epidemiologi Prof Zhong Nanshan menyatakan bahwa suntikan dua dosis vaksin inaktif masih efektif mencegah infeksi Delta.

Sekitar 59 persen efikasinya mampu mencegah gejala Delta seperti yang pernah terjadi di Guangzhou, Provinsi Guangdong.

Vaksin inaktif buatan China 70,2 persen efektif mencegah gejala sedang dan 100 persen gejala serius, demikian hasil penelitian tersebut yang dipublikasikan di Jurnal Emerging Micobes & Infections pada 14 Agustus 2021.

Tingkat vaksinasi di Shanghai sampai saat ini telah menjangkau 80 persen penduduk dewasa, sama dengan di Beijing.

Kasus sporadis Delta di China rata-rata berawal dari bandar udara internasional, seperti di Nanjing, Guangzhou, dan Shanghai. 
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE