Masih banyak warga pesisir Tanjungpinang buang sampah ke laut

id Buang sampah sembarangan

Masih banyak warga pesisir Tanjungpinang buang sampah ke laut

Potret kawasan pesisir di Tanjungpinang, Kepulauan Riau. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Riono menyatakan masih banyak warga yang tinggal di kawasan pesisir membuang sampah ke laut.

"Sampai sekarang masih banyak warga yang tinggal di pelantar buang sampah di laut, karena sampah di laut kebanyakan dari sampah rumah tangga dan ada juga dari pasar," kataRiono di Tanjungpinang, Ahad.

Pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak membuang sampah ke laut. Selain itu, juga disediakan tempat sampah di kawasan pesisir, meskipun jumlahnya masih terbatas.

"Kami juga sudah menetapkan titik tertentu sebagai tempat sampah," ujarnya.

Menurut dia sampah tidak hanya berasal dari warga sekitar, melainkan juga dari kawasan lainnya yang dibawa gelombang laut.

Setiap subuh hingga pagi hari, katanya, petugas kebersihan menggunakan empat unit sampan menjaring sampah-sampah di pesisir Tanjungpinang.

Petugas tidak dapat menjaring sampah yang terbawa gelombang dan arus yang cukup kuat saat air laut pasang.

"Kami membersihkan masih menggunakan manual dengan cara ditangguk. Belum punya teknologi seperti di luar negeri dengan cara disedot, sehingga air kembali ke laut dan sampahnya di kapal sedot," ungkapnya.

Kendala lainnya, lanjut dia, DLH masih butuh personel untuk menangani masalah sampah pesisir, sebab personil saat ini hanya ada 20 orang.

Peralatan perahu pengangkut sampah hanya empat buah. Satu perahu diawaki lima orang sama tekong.

Ia menyampaikan pembersihan laut dari sampah tidak akan berhasil bila warga masih membuang sampah ke laut.

Riono mengimbau  warga untuk berperilaku hidup bersih dengan cara tidak membuang sampah ke laut.

"Kami juga mengimbau warga bentuk bank sampah, karena di laut itu kebanyakan sampah plastik. Sehingga kami minta masyarakat membentuk bank sampah dan melakukan pemilahan sampah, kalau yang tidak bisa dipilah, baru dibuang ke tempat pembuangan akhir," ucap Riono.

Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE