Tekan inflasi, Pemprov Kepri gelar gerakan pangan murah

id pemprov kepri, gerakan pangan murah,inflasi,Tanjungpinang,DKP2KH Kepri

Tekan inflasi, Pemprov Kepri gelar gerakan pangan murah

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menggelar gerakan pangan murah di Lapangan Terminal Sungai Carang, Kota Tanjungpinang, Sabtu (12/7/2025). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kesehatan Hewan (DKP2KH), menggelar gerakan pangan murah guna menekan inflasi di Lapangan Terminal Sungai Carang, Kota Tanjungpinang, Sabtu.

Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi mengatakan kegiatan ini juga dalam rangka peringatan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Tahun Baru 1447 Hijriah sekaligus stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah tersebut.

"Sesuai instruksi Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah melaksanakan gerakan pangan murah untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, lalu membantu masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau, menekan inflasi, serta mendukung petani dan produsen," kata Rika di Tanjungpinang, Kepri, Sabtu.

Rika menyampaikan gerakan pangan murah ini bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, mulai dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Bulog Cabang Tanjungpinang, serta sejumlah petani hingga produsen sembako.

Berbagai komoditas pangan dijual dengan harga murah atau di bawah pasar, di antaranya telur ayam seharga Rp49 ribu per papan, beras Rp56 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp13 ribu per kilogram, minyak kita Rp28 ribu per 2 liter, minyak goreng Rp15 ribu per 900 mililiter.

Baca juga: BI Kepri: Inflasi di Kepri terkendali berkat koordinasi TPID

Kemudian, tepung Rp8.000 per kilogram, cabe merah keriting Rp35 ribu per kilogram, bawang putih Rp29 ribu per kilogram, dan bawang merah Rp15 ribu per kilogram.

"Selisih harganya di kisaran Rp1.000 sampai Rp7.000. Misalnya, beras premium kemasan 5 kilogram berbagai merek di pasaran dijual Rp62 ribu, tapi di sini dijual Rp56 ribu," ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKP2KH Kepri M Riza Pahlevi menyampaikan kegiatan ini digelar setiap tahunnya, guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan murah sekaligus menjaga daya beli.

Menurutnya, sepanjang tahun ini akan ada lima kali gerakan pangan murah yang diprioritaskan di tiga kabupaten/kota se-Kepri, yaitu Kota Tanjungpinang, Kota Batam, dan Kabupaten Karimun.

"Hal ini mengingat ketiga daerah tersebut menjadi daerah ini menjadi penyumbang indeks harga konsumen (IHK) di Kepri," kata Riza.

Baca juga: Gubernur Ansar apresiasi peran TPID kendalikan angka inflasi

Salah seorang ibu rumah tangga di Tanjungpinang Rahma mengaku terbantu dengan kegiatan pangan murah untuk memenuhi kebutuhan dapur harian dengan harga lebih terjangkau.

Kondisi curah hujan sejak Sabtu pagi, tak menyurutkan antusiasnya berbelanja pangan murah tersebut.

Ibu dua anak itu membeli satu papan telur ayam seharga Rp49 ribu, atau selisih Rp6 ribu dibanding harga pasar yang dijual Rp55 ribu per papan. Ia juga beli beras premium Bulog kemasan 5 kilogram seharga Rp56 ribu.

"Alhamdulillah, sangat membantu. Harapannya kegiatan seperti ini rutin digelar pemerintah," kata Rahma.

Pewarta :
Editor: Angiela Chantiequ
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE