Batam (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai gelaran Cernival (Creative and Innovative Riau Island Carnival) 2025 oleh Bank Indonesia Kepri sebagai upaya penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta industri ekonomi kreatif Batam.
Mengusung konsep pasar malam dan pesta rakyat, acara ini tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga mendorong digitalisasi transaksi melalui QRIS.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Kepri memberikan apresiasi yang tinggi. Ini merupakan gagasan luar biasa dari BI Kepri. Cernival 2025 adalah bentuk dukungan nyata untuk penguatan UMKM,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan saat dikonfirmasi di Batam, Ahad.
Dia menyebut bahwa kegiatan seperti itu mampu menghadirkan efek ganda yang nyata.
“Stan-stan UMKM hadir meriah dan gembira, disambut antusias oleh masyarakat. Transaksi menggunakan QRIS sudah semakin umum, dan ini sangat memudahkan,” tambahnya.k
Menurutnya, konsep pesta rakyat seperti Cernival sangat tepat dalam mengalirkan peredaran uang ke pelaku usaha lokal.
“Kalau UMKM tumbuh, masyarakat juga ikut tumbuh. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara Kepri untuk Mei 2025 sudah mencapai 711.000 orang dari target mencapai 1,7 juta orang,” katanya.
Hasan juga menyebutkan bahwa dominasi wisman saat ini berasal dari Singapura, Malaysia, disusul China, India, dan Korea Selatan.
Untuk itu, Pemprov Kepri menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1,7 juta orang, dan 3,5 juta untuk wisatawan nusantara, sebagaimana juga diarahkan oleh Kementerian Pariwisata.
“Empat skema Visa on Arrival yang kami dorong mencakup pemegang resident pass, student pass, short term visit, serta long-term visit pass dari Singapura dan Malaysia. Skema ini memudahkan mereka membawa keluarga ke Batam, Bintan, dan Tanjungpinang,” tambah Hasan.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto menyebutkan bahwa konsep pasar malam di Cernival bertujuan menghapus kesan eksklusif terhadap digitalisasi.
“Digital itu untuk semua. Lewat konsep pasar rakyat ini, masyarakat tidak perlu takut. Justru ini ajang edukasi dan sosialisasi pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman,” ujar Rony.
Ia juga menjelaskan bahwa digitalisasi tidak hanya untuk transaksi belanja, tetapi juga penerimaan pajak daerah seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang kini bisa dibayar menggunakan QRIS.
“Kalau akses pembayaran makin mudah, wisatawan akan lebih banyak belanja. Di sinilah UMKM akan sangat diuntungkan,” kata dia.
Rony menambahkan, pengunjung juga bisa mencoba pengalaman QRIS lintas negara yang telah terhubung dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.
“Yang tidak kalah penting adalah perlindungan konsumen dan literasi tentang produk digital. Banyak yang masih bingung antara QRIS bayar dan QRIS transfer. Di sinilah kami hadir untuk memberikan pemahaman, bersama perbankan dan OJK,” katanya.
Acara Cernival 2025 berlangsung dari 25 hingga 27 Juli di Harbor Bay Downtown yang menghadirkan beragam hiburan, stan UMKM, dan edukasi transaksi digital.

Komentar