Bulog Tanjungpinang salurkan 2 ton beras SPHP dalam gerakan pangan murah

id bulog tanjungpinang, beras sphp, gerakan pangan murah

Bulog Tanjungpinang salurkan 2 ton beras SPHP dalam gerakan pangan murah

Warga berbelanja pada gerakan pangan murah di depan Mal Ramayana Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (2/8/2025). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) menyalurkan 2 ton beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) melalui gerakan pangan murah yang digelar TVRI serentak di 32 titik se-Indonesia.

Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan, selain beras SPHP pihaknya juga menjual minyak goreng sebanyak 600 liter pada gerakan pangan murah tersebut.

"Dari dua ton beras SPHP yang kita bawa, satu ton ludes terjual. Kalau minyak goreng tak ada sisa, semuanya habis terjual," kata Arief di sela-sela gerakan pangan murah di depan Mal Ramayana Tanjungpinang, Sabtu.

Ia menyebut antusiasme masyarakat tinggi untuk mendapatkan komoditas yang dijual Bulog dengan harga lebih murah dibanding harga pasaran. Selain itu, sudah cukup lama tak ada kegiatan gerakan pangan murah di daerah tersebut.

Pada pekan depan, kata Arief, Bulog kembali menjual beras SPHP melalui pasar murah yang selaras dengan peringatan HUT Pramuka 2025 di depan Asrama Haji Tanjungpinang.

"Pemkot Tanjungpinang rencananya juga akan menggelar pasar murah di beberapa titik, termasuk melibatkan Bulog pekan depan," ujarnya.

Ia menambahkan saat ini gudang Bulog Tanjungpinang masih menyimpan 2.500 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan.

Harga beras SPHP masih sama dengan harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp13.100 per kilogram.

Mulai pekan depan Bulog Tanjungpinang kembali mendistribusikan lebih banyak beras SPHP kepada masyarakat melalui empat saluran, yaitu pengecer di pasaran, koperasi merah putih, instansi/lembaga, serta rumah pangan kita (RPK) mitra Bulog.

"Ketentuan penyaluran itu sesuai petunjuk teknis terbaru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI," katanya.

Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE