Tanjungpinang (ANTARA) - Program Sekolah Rakyat terintegrasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto resmi dimulai di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ditandai dengan pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
Sekolah Rakyat yang menempati gedung bekas SMPN 15 di Jalan Borobudur itu diresmikan oleh Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Selasa.
"Sekolah Rakyat merupakan sekolah berasrama yang 100 persen gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, serta menyediakan fasilitas lengkap, termasuk asrama, ruang kelas, dan layanan kesehatan," kata Lis Darmansyah.
Ia menyebut program ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar dapat memperoleh pendidikan yang layak dan membuka masa depan yang lebih cerah.
Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga pada penumbuhan karakter, nilai kemandirian, martabat, dan daya juang anak.
Lis berpesan kepada para siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat agar mengikuti proses MPLS dengan baik sekaligus menjadikan Sekolah Rakyat sebagai rumah sendiri.
Ia optimistis peresmian sekolah ini akan menjadi awal lembaran baru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak Tanjungpinang, khususnya dari keluarga tidak mampu.
Baca juga: Kejati Kepri hentikan perkara kasus KDRT dan kekerasan anak di Anambas
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sosial, forkopimda dan seluruh pihak yang telah mendukung, khususnya orang tua yang telah mempercayakan anaknya menimba ilmu di Sekolah Rakyat terintegrasi Tanjungpinang," ucap Lis.
Sementara Kepala Sekolah Rakyat Tanjungpinang Reni Putri Rahmadani menyebut sebanyak 100 siswa mengikuti MPLS selama dua minggu ke depan, meliputi 50 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 25 siswa SMA.
Sehari sebelumnya, Senin (29/9), para siswa tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) sebelum masuk asrama Sekolah Rakyat.
Menurut dia saat ini tersedia 19 guru Sekolah Rakyat Tanjungpinang, terdiri atas enam orang asal Kepri dan 13 orang dari luar provinsi.
Ia menjelaskan fasilitas Sekolah Rakyat ini meliputi empat asrama putri dan lima asrama putra, dengan kapasitas 14 siswa per kamar. Satu wali asuh mendampingi 10 anak.
Selain asrama, tersedia ruang belajar, mushalla, UKS, dapur, dan ruang makan untuk mendukung sistem boarding school. Para siswa juga mendapatkan jatah makan tiga kali sehari ditambah makanan ringan dua kali sehari.
"Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder, termasuk menerima saran dan kritikan terhadap perbaikan Sekolah Rakyat ke depan," ucap Reni.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sekolah Rakyat terintegrasi resmi dimulai di Kota Tanjungpinang Kepri

Komentar