Industri Galangan Kapal Batam Menurun

id Industri,shipyard,Galangan,Kapal.Batam,Menurun

Batam (Antara Kepri) - Industri galangan kapal di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Kepulauan Riau mulai menurun sejak lima tahun terakhir, kalah bersaing dengan kawasan sejenis di Tiongkok dan negara ASEAN lain.

Penurunan itu ditandai dengan berkurangnya tenaga pekerja yang digunakan industri, kata Sekretaris Batam Shipyard and Offshore Association Hermanto di Batam Kepulauan Riau, Senin.

"Dulu, pekerja galangan kapal di Batam mencapai 250.000 orang, sekarang hanya 30.000 orang saja," kata Hermanto.

Menurut dia, berkurangnya jumlah tenaga kerja mengindikasikan jumlah pesanan kapal yang berkurang.

"Berapa jumlah order yang berkurang, sulit bagi kami untuk menghitungnya," katanya.

Ia menduga, banyak pesanan pembuatan kapal beralih dari Batam ke Tiongkok yang juga menyiapkan kawasan sejenis dengan insentif yang menggiurkan.

Memang, jika dilihat dari jumlah perusahaan, industri galangan kapal di Batam tidak menurun, karena jumlahnya tidak berkurang. Namun industri galangan kapal tidak seperti industri manufaktur. Bila pesanan berkurang atau keunggulan kawasan kurang bersaing maka perusahaan tutup, kemudian pindah ke kawasan serupa di negara lain.

"Perusahaan tidak bisa pindah, karena untuk membuka galangan dibutuhkan infrastruktur yang besar. Sulit memindahkan infrastruktur yang sudah jadi di suatu kawasan ke kawasan lain," katanya.

Alat-alat berat dan perlengkapan membuat kapal sulit untuk dipindahkan, bila perusahaan memutuskan untuk relokasi.

Sementara itu, meskipun galangan kapal di Batam mulai lesu, namun BSOA mendukung rencana pemerintah pusatuntuk memberikan insentif kepada perusahaan sejenis yang membuka usaha di luar Batam.

Ketua BSOA Luc Verley mengatakan pemberian insentif ke daerah lain tidak akan mengganggu kinerja industri galangan kapal di Batam.

Menurut dia, pasar galangan kapal di Batam berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Jika target Batam adalah pasar internasional, maka daerah lain untuk pasar domestik. (Antara)

Editor: Rusdianto
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar