Ajis mengukir foto dari kayu

id Aziz mengukir foto dari kayu

Ajis (50) pengukir lukisan foto dari bahan kayu (Antaranews Kepri/Nurjali)

Ajis menerima berbagai pesanan ukiran, tidak hanya foto saja yang dibuat namun tulisan dan berbagai jenis ukiran lainnya juga dibuatnya.
Lingga (Antaranews Kepri) - Mengukir foto dengan kayu kebiasaan yang hanya sebatas hobi kini menjadi sumber rezeki bagi Ajis (50) warga Kelurahan Dabolama, Kecamatan Singkep yang kini memiliki usaha industri kecil berbekal keahlian mengukir, membuat berbagai kerajinan ukiran kayu di Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga.

"Saya tidak pernah berpikir membuat ini untuk dijual, dulu hanya senang mengukir siapa saja yang minta dibuatkan asal ada bahan saya buatkan," kata Ajis saat ditemui Antara di bengkel tempatnya membuat berbagai ukiran kayu dan semen.

Dengan keahliannya tersebut kini Ajis memiliki sebuah bengkel kecil yang  menerima berbagai pesanan dari masyarakat untuk membuat berbagai ukiran, tidak hanya foto saja yang dibuat namun tulisan dan berbagai jenis ukiran lainnya juga dibuat oleh Ajis. 

Dirinya tidak bekerja sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan pesanan yang banyak, dirinya dibantu dua orang anak buahnya untuk menyelesaikan tempahan yang kadang-kadang cukup banyak. Meski sudah lama memiliki keahlian mengukir yang diperoleh secara otodidak, namun dirinya tergolong baru melakukan pekerjaan tersebut.

"Dulu hanya menerima pesananan dari teman-teman dan keluarga terdekat, berkat saran beberapa teman akhirnya saya membuka bengkel kecil ini," ujarnya.

Ukiran foto yang dihasilkan sangat mirip dengan foto yang diberikan para pemesannya, harganya terbilang cukup murah untuk ukuran 1 x 1/2 meter dipatok dengan harga 1 juta sampai 2 juta rupiah. Harga tersebut sudah termasuk bahan kayu serta bahan pendukung lainnya.

Tidak saja menerima ukiran foto dari kayu Ajis juga mampu mengolah berbagai ukiran yang terbuat dari semen atau batu. Hanya diusianya yang semakin renta Ajis kini hanya menerima pembuatan ukiran dari kayu sementara untuk pemesan yang ingin membuat ukiran dari semen dirinya melimpahkan pekerjaan tersebut kepada anak buahnya.

Selain membuat pesanan ukiran dirinya juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin belajar mengukir, dengan keahlian yang diperolehnya Ajis tidak pelit berbagi ilmu mengukir.

"Ukiran itu menyenangkan butuh konsentrasi dan sering berlatih, tidak ada keahlian khusus, yang penting lampiaskan semua pikiran kita diukiran yang kita buat untuk hasil yang maksimal," sebutnya.

Mendapati informasi tersebut Kepala Bidang Perindustrian Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Muhammad Rahmayadi mengatakan akan turun kelapangan untuk mengetahui kegiatan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kelurahan Dabolama tersebut.

"Tahun ini kami fokus pada industri pengolahan bahan baku kelapa, tapi industri-industri kreatif seperti itu sangat didukung," kata Yadi.

Menurutnya saat ini ada kurang lebih 86 industri kreatif di Kabupaten Lingga namun beberapa industri tersebut saat ini kondisinya turun naik. Salah satu kendala yang dihadapi para pengusaha industri kecil di Kabupaten Lingga adalah pada pemasaran serta SDM yang tidak memadai yang membuat beberapa industri kecil di Lingga sulit untuk berkembang.

Meskipun begitu menurtnya saat ini pemerintah Kabupaten Lingga rutin melakukan pendekatan dengan kementerian terkait, untuk mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat salah satunya industri pengolahan kelapa yang saat ini selesai dibangun dan siap untuk beroperasi.  (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar