Empat tahun capaian investasi Kepri 7,5 persen

id Capaian investasi di Kepri ,BP Batam

Empat tahun capaian investasi Kepri 7,5 persen

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Batam Tamba Hutapea. (Antaranews Kepri/Messa Haris)

Di kawasan Free Trade Zone (FTZ) lainnya yaitu Kabupaten Bintan total investasinya Rp8,1 triliun dan Karimun hanya Rp3,8 triliun
Batam (Antaranews Kepri) - Empat tahun terakhir, capaian investasi Provinsi Kepulauan Riau periode 2014 hingga 2017 hanya 7,5 persen dan realisasinya Rp35,6 triliun dari Rp471,9 triliun target yang diberikan.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Hutapea, di Batam, Rabu, Kota Batam menopang hampir 64 persen realisasi investasi dengan total Rp 22,49 triliun pada 2014 hingga 2017. 

"Di kawasan Free Trade Zone (FTZ) lainnya yaitu Kabupaten Bintan total investasinya Rp8,1 triliun dan Karimun hanya Rp3,8 triliun," katanya. 

Tamba mengatakan kinerja investasi paling rendah diperoleh Kabupaten Lingga yaitu hanya Rp10 miliar, kemudian Natuna Rp90 miliar, Tanjungpinang Rp170 miliar dan Kabupaten Kepulauan Anambas Rp340 miliar.

Kendati capaian investasi Batam Bintan Karimun (BBK) lebih baik, namun kata Tamba pihaknya masih menilai kinerja FTZ di kawasan tersebut masih belum maksimal. 

“Investasi di Kepri belum merata masih menumpuk di Batam, FTZ (Bintan dan Karimun) yang lain masih jauh ketinggalan,” ujarnya. 

Tamba menyatakan masalah lahan masih menjadi keluhan para investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan FTZ. Pihaknya meminta Badan Pengusahaan di BBK lebih membuka infromasi peluang investasi secara utuh mulai dari ketersediaan lahan, harga sewa lahan, kemudahan pelayanan perizinan dan insentif yang diberikan.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengakui jika realisasi investasi di Batam masih jauh dari target. Menurut Lukita ada beberapa faktor yang menyebabkan investor enggan menanamkan modal di Batam. 

Diantaranya kondisi ekonomi yang belum pulih dan ada juga perusahaan yang memilih belum merealisasikan investasinya.

“Turunnya investasi beberapa tahun ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kita,” katanya. 

Tahun ini BP Batam memasang target investasi sebesar USD750 juta atau sekitar Rp10,050 triliun jika dirupiahkan dengan kurs dolar saat ini Rp13.400. Tahun lalu kata Lukita pihaknya menargetkan realisasi sebesar USD500 juta. (Antara)

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE